Berita

ist

Dunia

Kelompok Oposisi dan Pendukung Presiden Mursi Bentrok Di Ibukota

SABTU, 13 OKTOBER 2012 | 14:41 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Kelompok oposisi dan pendukung Presiden Mesir Mohamed Mursi terlibat bentrok di Lapangan Tahrir, Kairo pada Jumat (12/10). Ini merupakan bentrokan terburuk sejak Presiden Mursi berkuasa.

Bentrokan itu terjadi setelah Presiden Morsi menonaktifkan Jaksa Agung, Abdel Meguid Mahmud, pada Kamis (11/10). Keputusan Mursi kontroversi itu diambil setelah pengadilan membebaskan para loyalis mantan Presiden Husni Mubarak yang melakukan serangan brutal terhadap demonstran setahun lalu.

Para pendukung Presiden Mursi, sebagian besar dari organisasi Ikhwanul Muslimin, akhirnya mengadakan unjuk rasa untuk mendukung Mursi dalam menentang pembebasan para loyalis Husni Mubarak. Mereka juga mendesak agar Jaksa Agung Abdel Meguid Mahmud segera melepaskan jabatan.


Ditempat dan saat yang bersamaan, koalisi kelompok-kelompok liberal dan sekuler, juga menggelar unjuk rasa. Mereka memprotes dominasi kelompok Islam di sebuah badan yang merancang konstitusi baru. Selain itu, mereka juga memprotes kegagalan 100 hari pertama kinerja Presiden Muhammad Mursi.

Akibatnya, bentrokan antar kedua kelompok inipun tak dapat dihindari lagi. Kedua kelompok akhirnya saling melempar batu, botol dan bom bensin, bahkan beberapa orang lainnya terlihat saling pukul. Demikian sebagaimana diberitakan TVNZ (Sabtu, 13/10).

Departemen kesehatan setempat mencatat sedikitnya 110 orang telah mengalami untuk luka ringan akibat insiden tersebut.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya