Berita

ilustrasi, haji

Kesehatan

Ganggu Pernapasan, Coronavirus Bisa Picu Kematian Calon Haji

Sulit Ditangani & Bisa Menyerang Pada Binatang
JUMAT, 12 OKTOBER 2012 | 08:10 WIB

Penyebaran virus baru, Coronavirus di Arab Saudi, menjadi kekhawatiran para calon haji Indonesia. Sebab, virus ini diduga sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Para calon haji pun diminta untuk mewaspadai adanya penyebaran virus baru tersebut.

Coronavirus merupakan vi­rus penyebab infeksi saluran na­pas akut pada manusia, yang pada tahun lalu menimpa jama­ah haji di Arab Saudi. Bahkan hing­ga kini, belum ditemukan ca­ra pe­nanggulangan terhadap virus ter­sebut. Penularan virus ini pun bi­sa terjadi lewat bersin atau batuk dari orang yang ter­infeksi virus tersebut.

Selain menginfeksi manusia, coronavirus juga bisa menyerang binatang seperti babi, anjing, ku­cing, tikus, kelinci, ayam dan sa­pi. Pada binatang-binatang ini, infeksi coronavirus umumnya juga menyebabkan gejala gang­guan pernapasan (pneumonia), seperti halnya pada manusia.

Direktur Jenderal Pe­ngen­dalian Penyakit dan Penyehatan Ling­kungan (Dirjen P2PL) Ke­men­te­rian Kesehatan (Ke­mens­ke) Prof Tjandra Yoga Aditama meng­imbau, para calon haji Indonesia untuk tetap waspada ter­hadap temuan virus baru tersebut.

“Sejauh ini, belum ada jama­ah haji Indonesia yang positif ter­ke­na infeksi coronavirus. Data du­­nia juga menunjukkan tidak ada penambahan kasus corona­virus baru yang semen­­- ta­ra ini diberi nama Lon­don1_novel CoV 2012,” ujar Tjandra di Ja­karta, Kamis (27/9).

Untuk memastikan analisa vi­rus tersebut, Tjandra sedang me­lakukan analisa virus com­plette genome, di mana dilaku­kan pe­nyuntikan virus ini ke bi­natang percobaan dan kemu­dian dilihat, apa akibat yang ter­jadi pa­da bi­natang itu.

Kewaspadaan terhadap strain baru coronavirus pun telah dila­ku­kan dengan memperbaharui (up­date) perkembangan kasus co­ronavirus melalui internet, me­dia lokal di Arab Saudi serta arah­­an dari Kementerian Kesehatan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menemukan dua kor­­ban yang terkena infeksi vi­rus ba­ru ini pada Minggu (23/9). Kasus pertama menimpa warga Saudi Arabia (60), meninggal. Pa­da pa­sien ini, ditemukan virus yang mi­rip dengan coronavirus.

Sementara kasus kedua di­alami warga negara Qatar (49), ada ri­wa­yat perjalanan ke Saudi Ara­bia, juga kulturnya me­nun­jukkan coronavirus. Ternyata co­rona­virus pasien kedua ini 95 persen identik dengan kasus per­tama. Pasien kasus kedua ini, masih dirawat di London de­ngan gagal napas dan gagal ginjal.

Selama ini, coronavirus me­mang diketahui menjadi penye­bab sindrom pernapasan akut (Severe Acute Respiratory Syn­drome/SARS). Setelah melalui masa yang cukup lama, akhirnya WHO mengumumkan bahwa yang menjadi dalang SARS ada­lah coronavirus.

Menurut Tjandra, SARS-co­ro­navirus bila tidak segera dita­nga­ni bisa menyebabkan ke­matian. Apalagi jumlah pen­de­ritanya setiap tahun semakin ber­tambah di seluruh dunia. Virus ini per­tama kali diisolasi tahun 1965, bermula saat se­orang anak yang menampakan gejala pilek (com­mon cold), yang biasanya dise­babkan oleh infeksi Rhino­virus atau virus Influenza.

Namun kenyataannya, sangat sulit membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus In­flu­enza dan coronavirus. “Hal ini juga yang menjadi kendala un­tuk menentukan virus penyebab SARS,” jelas Tjandra.

Karena itu, tak bisa di­pungkiri bahwa virus penyebab SARS ada­­lah coronavirus yang sudah ber­­mutasi. Namun, katanya, vi­rus ini tidak stabil di udara dan hanya mampu hidup selama tiga jam, sehingga kecil sekali ke­mung­kinan penularan lewat udara.

Kemungkinan besar penularan virus adalah lewat bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kepada orang yang dekat de­ngannya. “Cara yang termudah untuk menghindari virus ini, adalah dengan menjaga ke­se­hat­an dan kebersihan serta memakai masker di lokasi yang padat,” saran Tjandra.

Namun, Tjandra meminta para calon haji untuk tidak khawatir de­ngan di­te­mu­kannya virus baru jenis co­ro­navirus. Pa­salnya, pihak Ke­men­terian Agama (Ke­menag) telah be­ker­ja sama de­ngan Ke­men­kes dalam pening­katan sur­veillance ke­was­padaan jamaah haji yang datang di ban­dara. Termasuk ja­maah sakit yang ber­kunjung ke poliklinik ke­sehatan Indonesia di airport, po­li Oc­tagon, Jeddah, Arab Saudi.

“Kami mengharapkan agar sur­veillance dilakukan secara ke­tat di tingkat kloter, terutama pe­ngawasan jamaah sakit de­ngan tanda-tanda mirip kasus co­ronavirus,” harapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Haji di Arab Saudi Azimal Zainal Zein menyatakan, virus ini bia­­sanya terjadi di wilayah ter­tentu, seperti Vietnam. Ada ke­mung­kin­an, virus itu terbawa oleh pasien yang masuk ke Arab Saudi.

Untuk itu, ia mengimbau, agar calon haji menjaga asupan gizi­nya dengan mengkonsumsi vita­min, serta istirahat yang cukup. Sebab, jamaah haji rentan kele­lahan usai menjalankan ritual haji, sehingga berpotensi me­nurunkan daya tahan tubuh.

“Menjaga asupan nutrisi yang sehat sangat penting dan  hindari konsumsi gorengan dan mi­nu­man dingin. Sebaiknya minum air yang tidak dingin minimal 8-10 gelas sehari dan saat berada da­lam keramaian, para jamaah di­sa­rankan menggunakan mas­ker,” imbau Azimal. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya