Berita

martin hutabarat/ist

Politik

Martin Hutabarat: Kapolri Mesti Tindak Bawahannya di Bengkulu

SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 20:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pernyataan Presiden SBY kemarin malam memang mengejutkan karena berisi sikap yang tegas darinya terkait sengketa KPK-Polri.

Dengan itu, menurut anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, berakhir tanda tanya besar dari masyarakat yang meragukan sikap SBY terhadap pemberantasan korupsi. Namun, tidak selesai di situ.

"Tapi kita juga berharap agar Kapolri menindak aparat Polda Bengkulu, yang dengan tindakannya Jumat malam (5/10) mendatangi KPK untuk menangkap Novel Baswedan," kata Martin dalam pesan tertulis ke Rakyat Merdeka Online, Selasa (9/10).


Tindakan tersebut telah memancing reaksi yang luas dari masyarakat, dan gedung KPK akhirnya menjadi titik berkumpulnya sejumlah tokoh dan elemen masyarakat. Setelah itu, segera sporadis muncul demonstrasi di berbagai daerah yang menyudutkan Polri.

Presiden SBY pun mengkritik tajam cara Polda Bengkulu yang mempermalukan institusi kepolisian karena tidak tepat cara dan waktunya. Tindakan Polda Bengkulu yang sangat berlebihan di gedung KPK itu adalah tindakan naif yang pantas ditindak agar menjadi pelajaran ke depan.

Bagaimanapun, lanjut Martin, tindakan Jumat malam itu sangat mempermalukan institusi kepolisian, yang seolah menghalalkan segala cara untuk satu tujuan atau kepentingan.

"Cara berpikir lama seperti itulah yang ingin dipertontonkan Polda Bengkulu Jumat malam yang lalu. Untuk itu kita meminta agar Kapolri menindak anak buahnya dengan tegas," pungkasnya.[ald] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya