Berita

Abraham Samad

Polisi Berani Satroni KPK karena Abraham Samad Cs Labil dan Tak Berwibawa

MINGGU, 07 OKTOBER 2012 | 15:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ratusan orang dari berbagai elemen mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat malam (5/10) kemarin. Mereka bertahan sampai sekitar pukul 04.30 WIB (Sabtu, 6/10) memberikan dukungan kepada KPK, yang malam itu disatroni polisi untuk menangkap salah satu penyidiknya, Kompol Novel Baswedan.

"Saya terharu tadi malam ya. Masyarakat sipil sampai tengah malam menjelang subuh (bertahan di KPK)," kata pengamat hukum pidana Yenti Garnasih kepada Rakyat Merdeka Online Sabtu pagi kemarin.

Tapi, dia kecewa, pada hari yang sama (Jumat), pimpinan KPK tidak komplet berada di Jakarta. Alhasil, syarat untuk menahan mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo yang diperiksa hari itu menjadi tak terpenuhi.

"Tapi pada hari yang sangat penting itu, sesuai dengan statemen dia (Abraham Samad), kok komisionernya kurang. Aneh kan. Kita mendukung KPK, tapi komisionernya juga yang benar dong," ungkap dosen Universitas Trisakti ini.

Jumat itu, Abraham Samad ke Makassar melayat saudaranya meninggal dunia. Adnan Pandu Praja ke Malaysia dan Bambang Widjojanto di Kalimantan. Praktis hanya dua pimpinan yang di KPK. Yaitu, Busyro Muqoddas dan Zulkarnain.

"Saya juga bingung. Ini apa yang terjadi. Akhirnya seperti itu, karena kelabilan (pimpinan KPK) itu disatronilah oleh polisi. Karena dengan kurangnya komisoner, memperlihatkan KPK ini kurang wibawa juga. Sehingga beranilah polisi masuk menyatroni membuat pemandangan yang sangat memalukan di dunia internasional.

Pada Kamis sehari sebelumnya, Abraham Samad mengungkapkan, kalau tak ada halangan, dia akan menandatangani surat penanahan Irjen Djoko Susilo andai (surat penahanannya) diserahkan penyidik, yang menangani mantan Kepala Korlantas Mabes Polri itu pada hari Jumat.

"Begitu harinya, (Abraham) malah nggak ada. Walaupun Pak Abraham ada kedukaan, tapi ganti yang lain dong. Artinya, kasihan masyarakat sudah mendukung. Jadi sense of crisis pimpinan KPK sangat lemah. Kita lelah sekali deh. Yang paling peka pada akhirnya dan meninginkan KPK tetap ada itu, rakyat," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya