Berita

Susilo Bambang Yudhoyono

Syahganda: SBY Jangan Abaikan Ketegangan KPK-Polri!

SABTU, 06 OKTOBER 2012 | 08:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, Sabtu (6/10) di Jakarta, menilai situasi menegangkan dalam kemelut Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah membuktikan kuatnya dukungan elemen masyarakat kepada KPK. Sedangkan di sisi lain justru menggugat moralitas institusi kepolisian.

Ia mengatakan, jika tak ada upaya cepat dan serius untuk mengatasinya, hal itu dapat berdampak buruk bagi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang kepemimpinannya juga membawa mandat perjalanan reformasi di tanah air.

"Karenanya, Presiden SBY jangan mengabaikan berlangsungnya ketegangan tersebut. Selain dapat menjatuhkan kewibawaan presiden, akibat itu juga berpotensi mengganggu langkah-langkah reformasi penegakan hukum terkait pemberantasan korupsi utamanya oleh KPK," ujarnya.

Syahganda mengharapkan, Presiden SBY bersikap sensitif dengan secepatnya mengambil langkah-langkah prioritas, demi mengakhiri keadaan tidak menguntungkan yang sekadar membuat rasa kecewa di masyarakat luas itu.

"Ini, kan masalahnya sudah cukup mencemaskan, sehingga memerlukan penyelesaian langsung dari Presiden SBY untuk menyelamatkan agenda strategis bangsa dalam penanganan kasus-kasus korupsi," jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan Presiden SBY tentu harus memperkukuh peran dan fungsi keberadaan KPK, di samping menegaskan kewajiban kontrolnya atas jalannya setiap upaya pemberantasan korupsi yang ditangani unsur lain, di antaranya kepolisian. Ia juga menyebutkan, jika Presiden SBY turun tangan sejak awal dalam terjadinya kemelut Polri-KPK, maka persoalan di seputar memburuknya hubungan antarlembaga penegak hukum itu tak akan meruncing.

Syahganda menambahkan, dalam konteks penegakan hukum meliputi pemberantasan kejahatan korupsi, termasuk menggelorakan semangat perjuangan membebaskan Indonesia dari korupsi, Presiden SBY patut kembali pada tekad yang dicetuskannya dulu. Yakni kesediaan berada paling depan dalam melawan segala praktik korupsi.

"Ini sebenarnya menyangkut soal keteladanan yang harus ditunjukkan terus oleh Presiden SBY, baik melalui tindakan nyata dengan membersihkan lingkungannya sendiri, maupun melanjutkannya ke penyelesaian secara hukum," ungkapnya. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya