Berita

Abraham Samad

Abraham Samad Ijinkan Busyro dan Zulkarnain kalau Mau Tahan Jenderal Susilo

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 17:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua KPK Abraham Samad mengakui kemarin menegaskan, besok (hari ini) tidak akan beranjak dari meja kerjanya. Bila penyidik menyerahkan surat perintah penahanan Irjen Djoko Susilo, dia akan segera tandatangani.

Di Makassar hari ini, Abraham Samad menjelaskan, pernyataanya itu disampaikan kemarin sore. Sementara tadi malam, dia menerima kabar kakak iparnya di kota asalnya itu meninggal dunia. Dan hari ini, dia melayat saudaranya tersebut.

"Tidak ada yang bisa mengetahui kapan ajal akan datang," katanya kepada Metro TV.

Tadi pagi, mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo memenuhi panggilan KPK, setelah pekan lalu mangkir. Ini adalah pemeriksaan perdana Irjen Susilo dalam kasus korupsi pengadaan simulator SIM.

Abraham menjelaskan, untuk menetapkan seseorang ditahan, harus ditandatangani minimal tiga pimpinan.

Hari ini, cuman Busyro Muqoddas dan Zulkarnain yang ada di Jakarta. Tiga pimpinan lainnya, berada di luar Jakarta. Bila Abraham di Makassar, Bambang Widjojanto di Pontianak dan Adnan Pandu Praja di Malaysia.

Tapi, Abraham akan mengijinkan dan tidak mempersoalkan apabila Busyro Muqoddas dan Zulkarnain menandatangani surat penahanan Irjen Djoko Susilo andai disodori oleh penyidik KPK yang menggarap jenderal bintang dua itu. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya