Berita

Adhie Massardi

HUT TNI, Perayaan di Tengah Hilangnya Kedaulatan Bangsa dan Korupsi Menggila

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 11:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peringatan HUT TNI ke-67 yang digelar sangat megah di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, hari ini (Jumat, 5/10), dengan inspektur upacara Presiden Yudhoyono, terasa getir dan kehilangan ruh karena pada saat yang sama “bayangkari negara dan bangsa” itu harus berhadapan dengan realitas kehidupan bangsanya yang kedodoran hampir di semua lini, terutama dalam penegakan hukum.

Hal ini disampaikan Adhie M Massardi, jubir Presiden RI era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta siang ini.

"Padahal substansi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI, yang menjadi sumber tatanilai bagi para prajurit TNI adalah setia, mengabdi dan menjaga dengan taruhan nyawa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tutur Adhie.

Tapi kalau dilihat apa yang terjadi sekarang di negeri kita yang telah kehilangan kedaulatannya, tutur Adhie, terasa sekali TNI seoah tidak menjalankan Sapta Marga dan tata nilai keprajuritan lainnya.

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini memberi contoh, luas wilayah NKRI yang 195 juta Ha itu, sekitar 170 juta Ha (92%) dalam bentuk perkebunan, pertambangan, dan lain-lain sudah dikuasai pemilik modal (asing dan antek-anteknya).

Di sektor industri penting, seperti jasa keuangan perbankan, asuransi, dan telekomunikasi, lebih dari 60% dikuasai asing. Ditambah dengan utang luar negeri yang mencapai lebih dari Rp 2.000 triliun, maka kontrol atas sektor keuangan (dan kebijakan pemrintahan) praktis sepenuhnya sudah dikendalikan pihak asing.

“Jadi kalau mengacu kepada prinsip bernegara, yaitu adanya wilayah, penduduk dan pemerintahan, maka dalam tubuh NKRI sekarang ini hanya tinggal penduduk saja. Sedangkan wilayah dan pemerintahan sudah dikuasai asing,” jelas Adhie.

Di dalam negeri, kedaulatan hukum yang menjadi pilar penting adanya negara (pemerintahan) setali tiga uang. Sama saja. Hukum nyaris lumpuh, terutama di hadapan para perampok kekayaan negara.

Korupsi merajalela dan semakin menggila. Para koruptor menjadi sangat profan, terbuka dan tak memiliki rasa malu.

Meskipun sudah jadi tersangka dan dipublikasikan media massa, masih bisa cengengesan. Sementara yang belum jadi tersangka tapi skandalnya sudah menjadi pengetahuan publik, seperti dalam kasus rekayasa bailout Bank Century, bisa hadir dalam acara-acara peringatan hari antikorupsi.

 â€œPertanyaannya, apa semua indikator itu diketahui pula oleh jajaran TNI? Kalau tidak tahu, ini keterlaluan. Tapi kalau tahu, dan membiarkan semua ini terus berjalan, lebih keterlaluan lagi,” ujar penyair Negeri Para Bedebah ini.

Meskipun sudah jadi tersangka dan dipublikasikan media massa, masih bisa cengengesan. Sementara yang belum jadi tersangka tapi skandalnya sudah menjadi pengetahuan publik, seperti dalam kasus rekayasa bailout Bank Century, bisa hadir dalam acara-acara peringatan hari antikorupsi.

 â€œPertanyaannya, apa semua indikator itu diketahui pula oleh jajaran TNI? Kalau tidak tahu, ini keterlaluan. Tapi kalau tahu, dan membiarkan semua ini terus berjalan, lebih keterlaluan lagi,” ujar penyair Negeri Para Bedebah ini.

“Jadi, perlukah kita mengucapkan Dirgahayu TNI? Atau, kita harus koprol dan lalu bilang wooow...?!” tandasnya. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya