Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

12 Provinsi Rentan Wabah Penyakit Menular

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 08:11 WIB

.Ancaman penyakit menular dan tidak menular masih menjadi momok di Indonesia. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Wilfreid H Purba me­ngatakan, penyakit menu­lar lewat udara seperti Tuber­kulosis (TB), Influenza, dan pe­nyakit ku­lit, kini telah menyerang se­kitar 12 pro­vinsi dan beberapa kota besar se­perti Jakarta, Sema­rang, Suraba­ya dan Bandung.

Berdasarkan data Ke­menterian Kesehatan (Kemen­kes) pada tahun 2011, sebanyak tu­juh pro­vin­si rentan penyakit ISPA. Di an­­taranya, Lampung, Nusa Teng­gara Barat, Nusa Tenggara Timur, Ka­li­man­tan Selatan, Sula­wesi Se­latan, Jawa Timur dan Bali.

“Provinsi-provinsi tersebut akan mendapat perlakuan khu­sus. Untuk itu diperlukan adanya pe­metaan tentang daerah yang rentan terjangkit penyakit akibat peru­ba­h­an iklim,” ujar Wilfreid dalam acara temu media me­nge­nai Pe­rubahan Iklim di Ja­karta, Jumat (28/9).

Kemenkes juga akan ber­sinergi dengan Badan Me­te­o­rologi, Kli­matologi dan Geo­fisika (BMKG) guna men­cip­takan standar in­formasi peru­bahan iklim terha­dap sektor ke­sehatan dengan spe­si­fikasi wak­tu, unit informasi serta parameter perubahan iklim.

“Tentunya akan bermanfaat bagi kebutuhan operasional da­lam mengolah data bersama,” kata Wilfreid.

Menurutnya, peningkatan pe­­la­­yanan kesehatan yang me­rata, ter­jangkau dan bermutu per­lu di­tingkatkan seperti ku­a­litas sa­ra­na air bersih dan sanitasi serta sus­tainibilitas, kualitas Peru­sa­haan Daerah Air Minum (PDAM), air minum isi ulang/ kemasan, dan terus me­ng­ajak masyarakat ber­perilaku hidup sehat.

Pihaknya terus meng­imbau mas­yarakat tetap was­pada terha­dap lingkungan ter­utama pada saat perubahan cuaca. Di­khawa­tirkan, peru­bahan cuaca akan menyebabkan diare, infeksi sa­luran pernapasan atas (ISPA), malaria, demam berdarah de­ngue (DBD), dan leptospirosis.

Direktur Operasional Peru­ba­han Iklim dan Kualitas Udara BMKG Budi Suhardi mencatat, pada bulan ini, kasus DBD men­capai 4.500 orang dengan curah hujan 200 milimeter (mm).

“DBD di Jakarta potensinya di April, dengan curah hujan ter­sebut, saat yang tepat bagi nya­muk untuk berkembang biak. Tingginya kasus DBD di Jakarta karena faktor pola hidup yang kurang sehat, ditambah padat­nya penduduk,” kata Budi. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya