Berita

'Perang Bintang' akan terjadi di Pilpres 2014

KAMIS, 04 OKTOBER 2012 | 10:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada purnawirawan TNI untuk terjun ke dunia politik semakin menguatkan prakiraan bahwa Pemilihan Presiden 2014 mendatang akan diramaikan oleh para jenderal.

"Saya kira akan terjadi perang bintang," jelas pengamat politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 4/10).

Apalagi memang, masih kata Gun Gun, dalam tradisi politik di negeri ini, militer menjadi  pemasok sumber daya manusia untuk kepemiminan nasional. Dan tak bisa dimungkiri, sesama militer memiliki kesolidan karena mereka memiliki tradisi satu komando. Meski memang ada sentimen antara angkatan di antara mereka.

Kemungkinan kalangan militer tampil di 2014 untuk menggantikan SBY yang juga berlatar belakang seragam loreng ini, karena figur sipil tidak ada yang kuat.

"Juga (karena) keterbatasan pemimpin sipil,  yang tidak terlampau begitu kuat. Selain nama-nama yang sudah lama bergulir seperti Jusuf Kalla, Megawati dan dan Hatta Rajasa. Ini (keterbatasan figur sipil ini) potensi (bagi kalangan militer) untuk masuk ke partai besar, menengah dan kecil," tandas Gun Gun.

Dukungan SBY kepada kalangan militer ini disampaikan dalam sambutannya di acara peluncuran buku karya Alumni Akabri 1970 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa malam.

"TNI siapapun nanti patut diperhitungkan, termasuk mitra-mitra kita dari kalangan sipil. Siapapun nanti yang menjadi pemimpin di 2014 nanti bisa berhasil dan sukes. Siapapun kita dukung, karena tantangan menjadi presiden di era ini cukup berat," kata Yudhoyono. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya