Berita

tb hasanuddin/ist

TB Hasanuddin: Biarkan Jokowi-Basuki Menentukan Sendiri Tim Kerjanya!

RABU, 03 OKTOBER 2012 | 13:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Terpilihnya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai kepala pemerintahan Provinsi DKI Jakarta lima tahun mendatang, disusul isu adanya kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang mengharapkan perombakan pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Menanggapi isu negatif tersebut, politisi PDI Perjuangan, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, meminta pasangan itu bekerja secara tegas, profesional dan amanah. Mereka tidak boleh terganggu oleh rekomendasi yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

"Terkait dengan perombakan pejabat Pemda DKI Jakarta, Jokowi harus mempertimbangkan matang dan tidak perlu memperhatikan semua usulan-usulan yang justru menjadi beban. Biarlah Jokowi-Basuki sendiri yang menentukan tim kerjanya," kata TB Hasanuddin dalam keterangan persnya, Rabu (3/10).


Plh Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu juga mengimbau semua elemen pendukung Jokowi-Basuki agar tidak mengajukan proposal "ini dan itu" yang bisa merusak nama baik kepemimpinan Joko-Basuki.

"Saya sudah banyak mendengar sinyalemen adanya proposal usulan yang aneh-aneh. Menurut saya ini tidak baik, dan pasti ada motivasi pamrih di dalamnya. Kepada warga Jakarta saya memohon untuk turut berperan serta mengawasi hal ini," tegasnya .

Mantan Sekretaris Militer Presiden itu mengimbau semua pihak memberikan kesempatan kepada Jokowi-Basuki untuk bekerja dengan tenang, dan tidak mengganggunya dengan usulan-usulan yang menjurus kepada praktik KKN.

"Kita semua berharap agar hasil kerja keras Jokowi-Basuki bisa segera dilihat dan kemudian dinikmati oleh semua warga Jakarta," tandasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya