Berita

rmol

Tarif KRL Commuter Line Naik, KRL Ekonomi Padat

SELASA, 02 OKTOBER 2012 | 09:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kereta Rel Listrik (KRL) jenis ekonomi jurusan Serpong-Tanah Abang penuh sesak. Penumpang pun saling berdesakan agar bisa masuk ke dalam gerbong.

"Woi, ini manusia bukan barang. Sudah penuh nih," ungkap seorang ibu geram saat penumpang di stasion Pondok Ranji masih memaksakan diri untuk masuk sementara gerbong sudah penuh sekitar pukul 08.20 pagi ini (Selasa, 2/10).

Membludaknya penumpang KRL ekonomi diyakini karena KRL Commuter Line mengalami kenaikan tarif per 1 Oktober kemarin. Untuk jurusan Serpong-Tanah Abang, tarifnya naik dari Rp 6000 menjadi Rp 8000. Hal ini diakui penumpang KRL ekonomi.

"Tarif Commuter Line naik, KRL (ekonomi), ya penuh," kata seorang pemuda berbincang
dengan rekannya di tengah kepadatan penumpang di dalam gerbong KRL ekonomoi sesaat tadi.

"Ya mending naik KRL (ekonomi). Rp 1500 sudah sampai Jakarta," timpal temannya tersebut merujuk pada tarif KRL ekonomi yang tak mengalami kenaikan.

Melihat padatnya penumpang, pengguna KRL harus ekstra hati-hati. Karena, orang-orang tak bertanggung jawab tampaknya berusaha memanfaatkan suasana tersebut untuk mengambil hak milik orang lain. Dan hal itu hampir saja terjadi di kereta yang sama.

Beruntung seorang ibu sigap menghindar dan mengamankan dompet miliknya, yang diduga ditaruh dalam tas. Di tengah penumpang berdesakan, dia terdengar mengomel.

"Ya tangan loe itu. Kalau nggak (tas) gua tarik, tangan loe sudah masuk," katanya kepada seseorang, yang tampaknya masih berkelit mengelak dituduh mau mengambil barang milik sang ibu tersebut. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya