Berita

dipo alam

Dipo Alam: Saya Bukan Kader Demokrat

SENIN, 01 OKTOBER 2012 | 10:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekretaris Kabinet Dipo Alam menuai kritik dari beberapa kalangan setelah pada Jumat lalu mengumumkan rekapitulasi jumlah permintaan izin pemeriksaan pejabat negara yang masuk ke meja Presiden SBY.

Dengan tenang, Dipo mengatakan, tak ada niat cari muka kepada Presiden SBY. Pengungkapan data mengenai permintaan izin pemeriksaan terhadap kepala daerah dari kader parpol yang terlibat korupsi, bukan untuk menembak Golkar dan PDIP, bukan dalam rangka politik devide et impera, atau menjegal pencapresan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical, seperti yang dituding kalangan Golkar.

Dia hanya bermaksud menyampaikan data sesuai fakta, bukan mengarang suatu cerita. Untuk itu, ia minta orang-orang Golkar dan PDIP tidak salah sangka atau kebakaran jenggot sehingga bikin tudingan ngawur.

Dipo bilang, tidak apa-apa dituduh cari muka pada presiden. Tapi itu tidak betul, karena ia tidak pernah berniat begitu. Untuk diketahui, kata dia, menjadi Seskab bukan karena keinginannya, tetapi diminta Presiden SBY, sehingga Dipo tidak takut kehilangan jabatan tersebut.

"Nggak apa-apa saya dituduh carmuk, saya tak pernah lakukan itu. Tetapi setelah bergabung, saya tetap konsisten dengan pendirian saya untuk mengawal presiden SBY hingga 2014 yang dipilih oleh jutaan rakyat Indonesia jadi presiden. Buat  saya, SBY masih yang terbaik dalam menjalankan pembangunan dan memberantas korupsi," tegas Dipo Alam kepada Harian Rakyat Merdeka, yang dimuat pada edisi hari ini (Senin, 1/10).

Ia yakin, tanpa data yang diungkapkan pun, masyarakat sudah tahu sepak terjang orang-orang parpol dan mereka punya catatan kader-kader parpol yang terlibat korupsi. Memang gejala terbesarnya ada di parpol, 90 persen dari 80 perses kasus korupsi di Indonesia, dilakukan oleh kader partai politik baik di eksekutif dan legislatif. Di pusat maupun di daerah.

"Saya bukan anggota Demokrat. Saya tidak rugikan partai-partai manapun. Saya tidak menembak Golkar dan PDIP. Saya justru sesalkan dan mengkritik kader Partai Demokrat yang terlibat kasus korupsi karena tindakan mereka telah mencoreng citra Presiden SBY,”  katanya.

Dipo menjelaskan, berkali-kali Presiden SBY mengingatkan agar pejabat pemerintah pusat dan daerah tidak kongkalikong dengan oknum anggota DPR dan DPRD dalam pembahasan APBN dan APBD. Presiden selalu wanti-wanti agar uang negara atau uang rakyat itu tidak dipakai untuk kepentingan pribadi.

"Jadi, kita bermaksud mengingatkan agar partai politik membina kader yang jadi pejabat negara, baik di eksekutif dan legislatif, baik di pusat maupun di daerah untuk tidak korupsi. Semua harus ikut mengawal agar uang rakyat ini tidak diselewengkan,” ujar Dipo Alam.  [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya