Berita

ilustrasi

Kapitalisme dan Hedonisme di Kalangan Pejabat Semakin Meresahkan

MINGGU, 30 SEPTEMBER 2012 | 20:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Cengkeraman kapitalisme di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Begitu juga dengan prilaku hedonis sejumlah pejabat negara yang disadari atau tidak akan mempermudah kapitalisme global menguasai Indonesia dan memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, ujar Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, kapitalisme yang menguasai Indonesia telah menghancurkan berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengurangi martabat rakyat di bidang sosial dan ekonomi.

"Rakyat akan terus berada dalam penderitaan dan jebakan kemiskinan akibat corak kapitalisme yang jauh dari azas kerakyatan. Terlebih para kapitalis Indonesia menggunakan dukungan politik dan kekuasaan negara yang bagai beriringan dalam temali kuat dan saling berkelindan," kata Syahganda yang berbicara di Jakarta, hari Minggu (30/9).

Prilaku hedonis banyak pejabat yang hedonis, sambungnya, mempermudah sepak terjang kaum kapitalis dalam memperkuat pengaruh mereka di bumi pertiwi.

"Penyelenggara negara sepertinya tidak sadar perkembangan prinsip kapitalisme neoliberalistik akan terus melibas kebangkitan ekonomi rakyat serta menguntungkan kekuatan asing," ujar Syahganda lagi.

Bila keadaan ini tak segera diubah, Syahganda yakin, Indonesia dan rakyat Indonesia akan semakin nista. Akan semakin sulit dicegah bila kaum kapitalis antirakyat berhasil menyusup dengan sempurna dan membajak kepemimpinan nasional dan mengendalikan langsung kekuasaan negara. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya