Berita

ist

Dunia

Permohonan Siswi Muslim Ditolak Pengadilan Jerman

SABTU, 29 SEPTEMBER 2012 | 17:01 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Permohonan seorang siswi muslim untuk melewatkan pelajaran berenang ditolak oleh pengadilan Kassel, Jerman.

Sebagaimana dilansir The News (Sabtu, 29/9), siswi berusia 12 tahun asal Maroko itu mengaku merasa risih jika harus berenang bersama teman laki-lakinya yang bertelanjang dada.

Siswi inipun kemudian mengajukan permohonan agar diberikan haknya untuk melewatkan kelas renang. Pengacara siswi asal Maroko itu berdalih bahwa Alquran telah melarang perempuan menunjukkan aurat didepan laki-laki yang bukan muhrimnya, begitu pula sebaliknya.


Namun demikian, hakim tetap menolak permohonan siswi muslim tersebut. Dalam keputusannya, hakim hanya mengimbau agar siswi itu mengenakan baju renang full body atau burkini, yang juga telah digunakan oleh sebagian siswi disekolah itu. Menurut hakim, imbauan itu sudah cukup untuk menjamin kebebasan beragama siswi itu.

Di Jerman kelas renang merupakan sebuah norma. Salah satu tujuan kelas renang adalah mempromosikan integrasi dan toleransi.[ian]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya