Berita

ilustrasi

Apakah Semua Sekolah yang Siswanya Pernah Tawuran akan Dipindahkan?

RABU, 26 SEPTEMBER 2012 | 09:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aksi tawuran antarsiswa yang akhirnya memakan korban nyawa bukan hanya baru terjadi pada tawuran siswa SMAN 6 dengan siswa SMAN 70 Jakarta, pada Senin lalu. Aksi tawuran yang juga akhirnya merenggut nyawa seperti yang dialami siswa SMAN 6 Jakarta, Alawy Yusianto, juga dialami siswa-siswa lain dari berbagai sekolah.

"Semua harus membuka mata lebar-lebar bahwa Alawy bukan korban tawuran yang pertama," ujar Ketua Satgas Perlindungan Anak M. Ihsan (Rabu, 26/9).

Hal itu dikatakan Ihsan menanggapi solusi yang mencuat untuk mencegah kembalinya aksi tawuran yang melibatkan SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta. Ihsan mempertanyakan rekomendasi agar dilakukan penggabungan dan pemindahan sekolah.

"Korban tewas dua bulan terakhir adalah, pada 12/9/12 Dedi Triyuda siswa SMK Baskara Depok; 30/8/2012 Rudi Noval Ashari siswa SMKM Bogor. Hari yang sama Ahmad Yani siswa SMK 39 di Klender, 29/8/12 Jatsuli SMP 6 Buaran Klender, 6/8/12 Jeremy Hasibuan siswa SMA Kartika di Bintaro," beber Ihsan.

Tak hanya itu, Komnas PA mencatat tahun 2011 tawuran pelajar mencapai 339 dan korban tewas 82 orang. Jumlah meningkat 165 % dari 128 kasus tahun sebelumnya.

"Apakah pemerintah akan memindahkan atau menggabungkan semua sekolah yang tawuran tersebut," Ihsan, yang juga Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini mempertanyakan.

Ihsan menjelaskan, tawuran merupakan ekspresi kekerasan yang ditampilkan pelajar karena berbagai faktor. Seperti lemahnya pengasuhan dan ketahanan keluarga, (perhatian dan kasih sayang orang tua, disharmonis/broken home, perceraian), pendidikan yang tidak ramah anak (berorientasi pada pengetahuan), lingkungan yang anarkis dan mempertontonkan kekerasan (premanisme elit dan jalanan, sinetron, game online).

Tak hanya itu, menurut Ihsan, tawuran juga dapat dipicu ketidakmampuan orang dewasa memahami dunia anak; energi yang tidak tersalurkan dengan baik dan fasilitas yang terbatas; tekanan sistem pendidikan yang membuat anak stress; pengaruh kelompok atau pergaulan; pendapat dan suara anak yang tidak didengarkan;  kurangnya penghargaan terhadap anak dan pemanfaatan waktu luang.

"Semoga Alawy korban tawuran pelajar terakhir seperti yang disampaikan orang tua korban. Pemerintah dan masyarakat segera berbenah dengan melibatkan anak dalam semua proses," demikian Ihsan. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya