Berita

scot marciel

FILM INNOCENCE OF MUSLIMS

Ketum IMM: Amerika Tidak Tegas dan Berstandar Ganda

Kecaman IMM disampaikan Langsung ke Dubes AS
SELASA, 25 SEPTEMBER 2012 | 11:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menyampaikan langsung kecaman terhadap pembuatan film Innocence of Muslims kepada Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia. Kecaman disampaikan dalam pertemuan dengan Dubes Scot Marciel di kediamannya di Jakarta kemarin dalam sebuah diskusi.

"Kader-kader IMM di beberapa daerah sudah turun ke jalan untuk mengawal isu ini. Kami apresiasi. Untuk di Jakarta, kami adakan dialog dengan stakeholder termasuk dengan Dubes," ujar Ketua Umum DPP IMM Djihadul Mubarok sesaat lalu (Selasa, 25/9).

Djihad mengungkapkan, film garapan Nakoula Basseley Nakou ini jelas menghina Nabi Muhammad SAW. Karena itu, film tersebut telah mempengaruhi perdamaian dunia. "Hal inilah yang harus disikapi oleh Pemerintah Amerika Serikat. Bahwasanya film ini telah menodai perdamaian dunia," kata Djihad.

Pelecehan ini, menurut Djihad, berpotensi menyulut konflik dan benturan yang lebih luas. Akibat film itu misalnya, beberapa Kedutaan Besar AS di luar negeri hangus dibakar massa. Bahkan Duta Besar AS untuk Libya Chris Steven tewas di Benghazi beberapa waktu lalu.

"Pemerintah AS harus melakukan langkah-langkah yang tegas terhadap seluruh oknum-oknum yang berkaitan dengan film itu. Karena telah membuat kacau perdamaian dunia dan telah menyulut konfik serta benturan yang luas di hampir penjuru dunia. Hal ini juga menimbulkan ketidaknyamanan pemeluk agama,” tegas Djihad.

Menurutnya, hanya karena perbuatan beberapa orang yang tak bertanggung jawab, banyak negara dibuat repot.

"Tapi anehnya Amerika tidak tegas dan tidak cerdas menyikapinya, terkesan berstandar ganda. Satu sisi mengkampanyekan membela HAM tapi di sisi lain hukum di negaranya tumpul dengan masalah seperti ini," kesal Djihad.

IMM, sambung Djihad melanjutkan, telah menyampaikan semua tuntutan tersebut kepada Dubes AS.  "Jika ternyata (tuntutan itu) tidak direspon, dalam waktu dekat, kami akan menggalang massa kader IMM yang lebih besar untuk turun ke jalan," demikian Djihad. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya