Berita

syahganda nainggolan

Media yang Terkecoh Soal Rohis Sebaiknya Minta Maaf

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 16:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ekstrakurikuler Rohani Islam yang sejak lama tumbuh di sekolah-sekolah menengah atas memiliki andil besar dalam membangun moralitas keberagamaan siswa di tanah air.

Selain itu, keberadaannya ikut memperkuat tugas pendidikan yang diemban pihak sekolah bagi terciptanya kualitas budi pekerja, agar para lulusannya lebih berguna bagi masyarakat dan juga masa depan bangsa.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Minggu (23/9, menanggapi aksi protes sejumlah elemen Rohis dan alumninya di Jakarta serta kota lainnya pada hari ini.

Protes itu dipicu sebuah pemberitaan di salah stasiun televisi swasta nasional beberapa waktu lalu yang menyimpulkan kegiatan Rohis sebagai sumber berkembangnya terorisme.

"Tidak ada kegiatan Rohis di sekolah mana pun yang menekankan pada terbangunnya sikap siswa untuk menjadi teroris, sebab Rohis memang bukan tempat persemaian benih terorisme," kata Syahganda.

Karena itu, lanjutnya, analisa maupun pemberitaan yang dikembangkan oleh media bahwa bibit terorisme berasal dari kegiatan Rohis, jelas keliru dan tidak memiliki dasar kuat guna memperkuat alasan tersebut.

"Penilaian seperti itu bersifat tendensius dan bertolak belakang dengan kenyataan sebenarnya, dan tentu saja mengabaikan kredibilitas ataupun profesionalisme sebuah media dalam menyajikan pemberitaan," jelasnya.

Akibat itu, tambahnya, kerugian lain juga dialami masyarakat karena media berperan menanamkan stigma negatif terhadap keberadaan Rohis di khalayak luas.

Menurut Syahganda, Rohis sudah menjadi kegiatan umum dan diterima oleh semua sekolah, dengan mengutamakan aspek mentoring keagamaan baik berupa pengenalan dasar-dasar Islam, pelaksanaan ibadah sholat berjamaah di masjid atau mushola, serta meramaikan syiar dakwah Islam yang bersifat umum berupa penyambutan hari besar Islam maupun pesantren kilat pada saat libur.

"Mereka pun bangga dengan pengalaman ikut Rohis, sama halnya kebanggaan mengikuti ekstrakurikuler lain seperti Palang Merah Remaja atau Pramuka yang juga ditekankan pihak sekolah," ujarnya.

Ia juga mengatakan, manfaat kegiatan Rohis dirasakan secara langsung oleh para siswa, termasuk melatih siswa berorganisasi yang dampaknya akan dirasakan setelah lulus sekolah. Syahganda menuturkan, kegiatan Rohis diisi oleh guru agama setempat dan bisa sewaktu-waktu melibatkan pihak luar yang diterima oleh otoritas sekolah, antara lain dari lingkungan Departemen Agama, pengelola masjid kampus, atau mendatangkan para pendakwah berasal ormas keislaman yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan komponen formal lainnya yang berkiprah memupuk sendi-sendi beragama umat Islam.

"Dengan demikian, kegiatan pengenalan Islam di Rohis tidak akan bersentuhan dengan pengembangan kekerasan sikap aktivisnya ke arah antipati pada pemerintah ataupun negara, bahkan kecintaan pada merah putih tidak pernah diabaikan oleh mereka," terangnya.

Syahganda berharap, media yang 'terkecoh' alias tidak tepat dalam memberitakan fungsi dan eksistensi Rohis sepatutnya menyampaikan permintaaan maaf kepada publik, sehingga tidak menjadi kekeliruan yang dibiarkan.

"Di media itu, kan sering terjadi, kalau tidak berimbang atau kemudian keliru di hadapan publik maka dapat meminta maaf sesuai kaidah jurnalistik yang berlaku di mana-mana," demikian Syahganda. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya