Berita

rmol

Aksi Perampokan dengan Senjata Api Terekam CCTV

MINGGU, 23 SEPTEMBER 2012 | 17:15 WIB | LAPORAN:

. Aksi perampokan dengan membawa senjata api dan golok di Tasikmalaya, terekam kamera CCTV, dinihari tadi (Minggu, 23/9). Aksi perampokan yang terjadi di gudang meubel dan furnitur ini mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah.

Ya, aksi perampokan terjadi di PT Rentang Buana Niaga Makmur, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, membuat gempar. Pasalnya pelaku yang berjumlah sekitar sepuluh orang ini membawa senjata api dan golok.

Kawanan rampok masuk melalui pagar samping depan gudang. Setelah berhasil masuk, mereka langsung melumpuhkan dua satpam. Tak hanya itu sopir dan kernet truk pengantar barang menjadi sararan.


Di bawah todongan senjata api dan golok keduanya diturunkan lalu tangan dan kakinya diikat. Sementara matanya ditutup lakban.

Kawanan rampok kemudian merangsek ke penginapan karyawan dan melumpuhkan sekitar dua belas orang karyawan. Mereka kemudian mengikat tangan dan kaki para karyawan, serta melakban mulutnya. Setelah merasa aman, kawanan rampok merampas handphone dan dompet para korban.

Tak hanya disitu kawanan rampok juga berhasil menggondol barang yang ada digudang berupa laptop merk Accer, dua buah monitor merk Samsung, satu buah brangkas kosong, dua buah sepeda motor serta 12 buah handphone berbagai merk dan brangkas uang.

Menurut petugas satpam, Yana, pelaku sempat menodongkan senjata api. Sopir truk yang jadi korban menyebutkan, kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, ketika dirinya lelap tidur dibalik kemudi. Akibat aksi perampokan ini kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam tayangan CCTV terlihat kawanan rampok masuk melalui samping pos satpam dan dengan jelas memperdayai sopir truk dan kernetnya. Hingga kini jajaran Polresta Tasikmalaya, masih menyelidiki terkait perampokan tersebut. [ysa]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya