Berita

Indra Piliang/ist

Indra Piliang Sempat Ditekan untuk Cabut Pernyataan Mendukung Jokowi-Ahok

SABTU, 22 SEPTEMBER 2012 | 09:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sejak awal Partai Golkar seharusnya mengusung Tantowi Yahya dalam Pilkada DKI Jakarta. Secara logika sederhana, diakui, sulit sekali Alex Noerdin dan Nono Sampono memenangkan pertarungan. Dan buktinya, mereka keok di putaran pertama.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar, Indra Jaya Piliang, di tengah diskusi bertema "Belajar dari Pemilukada Jakarta" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 22/9).

"Kalau partai tentukan Alex Noerdin, itu hanya karena pertarungan. Pertama kan harusnya Tantowi Yahya, yang saya juga dorong. Tapi saat itu diajukan, kita tidak punya dukungan dari partai-partai lain di DPRD," ujarnya.


Lalu datanglah Alex Noerdin dan membawa kabar bahwa dia berhasil meminta dukungan PPP dan PDS. Lalu tambahan kursi ini dibawa ke Golkar maka dapatlah 15 kursi yang jadi syarat untuk mengajukan bakal calon gubernur.

Nah, setelah Alex Noerdin terbukti keok mutlak, muncullah dua pasangan pemenang yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Purnama. Golkar pun meletakkan sokongannya ke pasangan nomor urut 1 (Fauzi -Nachrowi)

"Dan saya pribadi mendukung Jokowi-Basuki, kan suara Golkar suara rakyat," katanya disambut tawa hadirin.

Indra mengaku sempat ditekan untuk mencabut pernyataannya di media massa itu oleh para petinggi Golkar.

"Saya ditekan untuk mencabut pernyataan itu, maka saya lebih baik keliling Kalimantan ketimbang saya di Jakarta dan mencabut pernyataan saya," ucapnya. [ald]
 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya