Berita

Sholehan Latundo

Publika

Wajar Umat Islam Protes Film Innocence of Islam

RABU, 19 SEPTEMBER 2012 | 10:37 WIB

GELOMBANG protes dan kemarahan umat Islam seluruh dunia atas penistaan dan fitnah terhadap Nabi Muhammad kembali bergejolak. Sebagai respon atas karya buah dari kebencian film "Innocence of Islam."

Film itu sangat jelas merendahkan Nabi Muhammad. Dalam film itu menayangkan banyak kejahilan, kekeliruan dan fitnah tentang ajaran Islam. Terlebih lagi karakter, performa dan sejarah tokoh Muhammad sangat bertentangan dengan kebenaran apalagi pakaian yang digunakan pemeran wanita sangat tidak Islami yakni mengenakan kerudung namun terbuka dan berbaju sepaha dengan lengan pendek.

Umat Islam pantas marah, karena kecintaannya kepada Nabi Muhammad saw telah di perolokkan tetapi tidak membiarkan kemarahan menjadikan mereka membunuh orang yang tidak bersalah dan menyerang fasilitas umum. Jika umat Islam mudah terpancing emosi, justru musuh-musuh Islam akan tercapai maksud dan tujuan mereka dalam memproduksi film ini.


Tentu umat Islam di dunia mengetahui, jalan terbaik membela Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengikuti sunnah-sunnahnya (tuntunan beliau), menyebarkan dakwah beliau, mencontoh perikehidupan beliau, dan menyebarkan nilai-nilai Islam.

Sebagai Umat Islam dapat mengimani Muhammad SAW sebagai nabi & utusan Allah merupakan rahmat, itu adalah anugrah dari Allah yang sangat berharga.

Muhammad SAW adalah utusan Allah bersamanya nubuwah (kabar), risalah & petunjuk yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Mengimani, mencintai, menghormati dan mentaati Muhammad SAW, tidak hanya perintah dari Allah, tetapi sikap itu adalah buah dari akal sehat dan jiwa yang bersih.

Itulah mengapa kami umat Islam protes keras atas sikap-sikap tidak menghargai keberagaman wahai Barat pengusung paham keberagaman (pluralisme).

Sholehan Latundo

Wasekjen PP Pemuda Muhammadiyah

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya