Berita

heru lelono/ist

Istana: Sayembara Konyol Tangkap SBY Tidak Perlu Ditanggapi

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 20:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kalangan Istana menilai sayembara menangkap SBY yang digagas seorang jurnalis Inggris, Ed McWilliams, yang disiarkan sebuah radio swasta di Selandia Baru konyol. Karena itu tidak perlu ditanggapi.

Ed McWilliams mengaku sebagai aktivis Tim Advokasi Papua Barat. Alasan sayembara Ed ini mengada-ada karena didasarkan pada tuduhan bahwa pemerintah Indonesia tidak memperhatikan pembangunan masyarakat Papua Barat.

"Ini sebuah pernyataan yang tidak sedikitpun beralasan," ujar Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi, Heru Lelono, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa malam, 18/9).

"Pembangunan ekonomi, kesejahteraan termasuk penegakan hukum di seluruh republik termasuk di dalamnya Papua Barat dilakukan karena seluruh daerah itu adalah masuk dalam kedaulatan RI. Orang seperti Ed ini sungguh tidak perlu diberi perhatian. Saya pribadi sebagai warga negara Indonesia sangat tersinggung dengan sikap orang asing seperti ini," papar Heru menjelaskan.

Heru juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia hidup dengan jiwa Pancasila. Seperti Bung Karno pernah katakan, bangsa Indonesia harus hidup di dunia internasional tanpa kehilangan nasionalisme.

Orang-orang seperti Ed, sambungnya, adalah contoh orang yang tidak mengenal nasionalisme, namun hanya mendewakan apa yang hanya dia dan kelompoknya yakini.

"Saya yakin perbuatan orang asing seperti ini tidak akan merusak persatuan bangsa ini, namun malah memperkuat rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Dengan meningkatkan nasionalisme, maka semua sikap kita termasuk kebijakan pemerintah pasti diperuntukkan bagi sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," demikian Heru Lelono. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya