Berita

Pemuda Katolik: Film Anti-Islam Bukan Bentuk Kebebasan Berekspresi

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 13:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pembuatan dan penyebaran film 'Innocence of Muslims' telah merusak hubungan dan kerukunan antar umat beragama. Karenanya harus segera dihentikan dan diambil tindakan seperlunya atas produksi film yang menghina Nabi Muhammad tersebut.

"Itu tidak boleh dilakukan karena dapat melukai perasaan umat Islam," ujar Sekretaris Jenderal Dewan Muda Lintas Agama Natalis Situmorang di Jakarta (Selasa, 18/9).

Natalis yang juga tokoh muda Katolik ini dapat memaklumi reaksi umat Islam yang menyatakan sikap protes di seluruh dunia atas produksi film tersebut. Namun dirinya berharap protes itu tidak berkembang ke tindakan anarkhisme yang kontraproduktif.

"Saya menduga ini merupakan bagian dari provokasi terhadap umat beragama dengan motif tertentu. Dan seharusnya semua pihak tidak boleh terpancing karena akan memuluskan tujuan di balik provokasi itu," imbuh Natalis.

Karenanya, Natalis yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Katolik ini mengharapkan kehidupan antar umat beragama di Indonesia tidak terganggu dan diobok-obok oleh kekuatan yg merusak ketentraman bangsa.

Di samping itu, Natalis juga mengingatkan agar Amerika Serikat segera mengambil tindakan seperlunya terhadap pembuat film, dan tidak bisa tinggal diam saja dengan alasan menghargai kebebasan berekspresi. 

"Kebebasan berekspresi itu harus disertai tanggung jawab. Kita harus sama-sama fair dalam hal ini. Kalau ada film yang menistakan prinsip agama kristiani misalnya, apakah kita bisa memakluminya atas nama kebebasan berekspresi? Tentu tidak, kan?" ungkapnya.

Ditambahkannya, kehidupan antar umat beragama akan terjalin dengan baik bila ada sikap saling menghormati. "Kalau sikap 'saling'-nya sudah tidak ada, jangan harap akan tercipta harmoni," pungkasnya. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya