Berita

saleh husin

Pembuat Sayembara Tangkap SBY hanya Mau Cari Panggung

SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 | 10:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ed McWilliams dituding hanya mencari perhatian publik lewat aksinya membuat sayembara berhadiahkan 80.000 dolar Amerika bagi warga Inggris yang berhasil menangkap Presiden SBY saat mengunjungi negara Ratu Elizabeth tersebut pada bulan November mendatang.

"Mungkin Ed WcWilliams hanya ingin menarik perhatian publik yang kita tidak tahu maksud di balik itu," ujar Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 18/9).

Atas sayembara yang digelar aktivis The West Papua Advocacy Team (WPAT) tersebut, Saleh Husin menyerukan kepada segenap elemen bangsa bersatu untuk melawannya.

"Sebagai bangsa yang berdaulat dan besar, dimana kewibawaan bangsa kita di mata internasional direndahkan dengan cara tidak terhormat. Jadi kewibawaan negara tetap harus kita jaga," tegas Saleh.

"Apalagi, sayembara penangkapan itu dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan. Ini tentu sama saja dengan merendahkan bangsa Indonesia tercinta," sambung anggota Komisi V DPR ini.

Sayembara penangkapan Presiden SBY, William berdalih, karena pemerintah Indonesia telah membunuh lebih dari 500 ribu orang Papua selama menduduki wilayah Papua Barat. Atas hal tersebut, menurut Saleh, tudingan itu harus diselesaikan lewat jalur hukum.

"Terkait dengan masalah hukum yang dipermasalahkan oleh yang bersangkutan, itu harus diselesaikan melalui jalur hukum pula, kalau memang itu ada," demikian Saleh, legislator asal Nusa Tenggara Timur ini. [zul]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya