foke-jokowi
foke-jokowi
Misalnya, soal mengatasi pemukiman bantaran kali, yang kerap banjir. Jokowi menilai tak perlu ada penggusuran ke tempat jauh. Pemukiman di dekat bantaran kali cukup digeser, karena penduduk di sana sudah tinggal lama. Dan itu tidak makan biaya mahal dengan Rp 24 miliar.
"Perhitungannya agak kacau kalau orang mencermati sih. Ingin menyelesaikan masalah itu dengan Rp 24 miliar. Sampai kiamat tidak akan bisa. Dia kira membebaskan tanah gampang, tinggal geser. Dia kira ini hanya memindahkan kotak main anak-anak," ujar pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 17/9).
"Dia tidak tahu masalah sesungguhnya di Jakarta. Mau buat rumah vertikal, dia kira Jakarta itu kayak Solo. Itu hanya ilusi saja," sambungnya.
Begitu juga masalah transportasi. Dikatakan Iberamsyah, Jokowi ingin membuat sistem tranprortasi yang mencakup Jabodetabek. "Dia kira gampang mengatasi masalah ego sektoral Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor. Mereka tidak mau di bawah Jakarta.
Meski begitu, diakui Gurubesar FISIP Universitas Indonesia ini, Jokowi menang dalam hal retorika. Hal ini berbeda dengan Fauzi Bowo. "Jadi sebenanrya Foke lebih menguasai masalah. Itu kelihatan sekali. Tapi Jokowi lebih menarik. Kalau orasi Jokowi menang tapi isinya tidak ada. Dia menggampangkan masalah," tandasnya. [zul]
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
UPDATE
Sabtu, 18 April 2026 | 00:13
Sabtu, 18 April 2026 | 00:01
Jumat, 17 April 2026 | 23:39
Jumat, 17 April 2026 | 23:21
Jumat, 17 April 2026 | 23:01
Jumat, 17 April 2026 | 22:36
Jumat, 17 April 2026 | 22:14
Jumat, 17 April 2026 | 21:45
Jumat, 17 April 2026 | 21:35
Jumat, 17 April 2026 | 21:20