Berita

ilustrasi/ist

Dunia

Bom Taliban Tewaskan 14 Orang

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2012 | 19:15 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Sebuah bom yang berada di pinggir jalan di Pakistan Utara yang ditanam oleh kelompok Taliban menewaskan 14 orang pada hari Minggu (16/9). Bom meledak di bawah sebuah truk yang membawa penduduk desa ke pasar di dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Seorang jurubicara Taliban di Pakistan mengatakan serangan yang terjadi di daerah Jandool dari Lower Dir, diluncurkan dengan motif balas dendam setelah penduduk desa membentuk milisi pro-pemerintah. Dia mengatakan serangan tersebut akan berlanjut.

"Kami telah memberitahu mereka tentang dampak dari mendukung pemerintah tetapi mereka tidak berhenti mendukung angkatan bersenjata," kata jurubicara Taliban Sirajuddin Ahmad melalui telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan kepada Reuters (Minggu, 16/9).


Seorang pejabat pemerintah dari daerah itu mengatakan mereka yang tewas itu semuanya warga sipil dan tidak ada anggota dari salah satu milisi atau angkatan bersenjata. Polisi mengatakan tiga orang wanita dan tiga anak kecil termasuk di antara tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Dukungan untuk Taliban telah mencapai daerah di utara. Sebagian karena kampanye pemboman berdarah mereka telah merenggut nyawa warga sipil sangat banyak.

Sejak tahun 2009, tentara telah meningkatkan kontrol di banyak wilayah kesukuan Pakistan namun serangan gerilyawan tetap masih saja terjadi. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya