Berita

ilustrasi, obesitas

Kesehatan

Tingkat Kematiannya Lebih Besar Dari Rokok

MINGGU, 16 SEPTEMBER 2012 | 08:06 WIB

Keberadaan penyakit obesitas atau penumpukan lemak tubuh yang berlebih ti­dak bisa lagi dianggap sepele. Be­­berapa riset saat ini menunjukkan, ri­siko ke­matian obesitas lebih berbahaya dan telah meng­geser posisi dari rokok, yang selama ini menjadi penyebab utama kematian.

Hal itu disampaikan dr Inge Permadhi dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) di Jakarta. Inge mengungkapkan, pada 1997 tingkat persentase overweight di Indonesia sekitar 17,5 per­sen dan obesitas 4,7 persen.

Namun pada 2010, overweight menu­run, se­men­tara obesitas meningkat men­jadi 11,7 persen. Peningkatan ini terjadi karena mereka yang overweight (ke­ge­mukan) telah beralih menjadi obesitas.

“Rokok awalnya jadi penyebab uta­ma kematian. Tapi karena saat ini gencar kampanye bahaya rokok, ada kecen­de­ru­ngan semakin menurun. Tapi obesitas justru malah naik dan mengalah­kan ro­kok sebagai penyebab kematian,” katanya.

Inge memaparkan, obesitas meru­pakan faktor risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, jantung koroner dan pembuluh darah, hiper­tensi stroke dan berbagai jenis kanker. Obe­sitas terjadi karena ketidak­seim­bangan antara energi yang masuk de­ngan energi yang keluar.

“Kampanye bahaya obesitas harus di­lakukan secara intensif, sehingga mas­yarakat bisa menjaga berat badannya le­bih sehat dengan mengatur pola makan dan rajin berolahraga,” terangnya.

Konsultan Nutrisi dan Penyakit Me­tabolik Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI/RSCM, Dr dr Damayanti R me­ngatakan, angka obesitas di kota-kota besar seperti Jakarta bisa mencapai 30 persen. Jika dibiarkan angka ini bakal terus bertambah.

“Obesitas membahayakan masa depan Indonesia. Anak yang berasal dari ke­luarga kaya, memiliki asupan nutrisi berlebihan dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Mereka pintar tapi menjadi percuma kalau akhirnya penyakitan dan tidak produktif,” ujar Damayanti.

Menurutnya, masalah ini mesti segera ditangani supaya masyarakat terhindari dari penyakit kronis akibat obesitas. “Soalnya yang pintar-pintar sudah ba­nyak yang mati muda akibat penyakit kronis tidak menular itu,” katanya.

Pakar Kesehatan Rimawati Tedjasuk­mana menambahkan, obesitas bisa juga meningkatkan risiko Obstrutuktive Sleep Apnea (OSA) bagi pada penderitanya. OSA adalah sebuah penyakit dimana terdapat potensi pernapasan berhenti selama tidur.

“Dalam tubuh penderita obesitas terdapat timbunan lemak di sekitar leher dan rongga pernafasan. Ketika tidur timbunan lemak itu akan mendorong otot-otot yang memperbesar obstruksi jaringan di jalan nafas. Akibatnya fre­kuensi berhentinya nafas saat tidur semakin besar,” katanya.

Karena itu, kata Rima, perlunya men­jaga berat badan guna menghindari ri­siko ini. Belum lagi, penyakit lain yang te­ngah menunggu seperti diabetes, jan­tung dan lainnya. Wow serem.. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya