Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Sakit Gigi Berulang Bisa Jadi Penyebab Trigeminal Neuralgia

Sulit Dideteksi & Dapat Menyerang Usia Muda
JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 | 08:16 WIB

Sakit gigi berkepanjangan dan berulang tanpa ada kerusakan di gusi dan gigi perlu diwaspadai. Bisa jadi rasa nyeri ini akibat trigeminal neuralgia (TN). Penyakit langka di dunia ini sulit dideteksi apa penyebabnya. Penyakit ini tak hanya menyerang usia di atas 40 tahun, usia produktif 20-22 tahun juga bisa terkena.

Trigeminal neuralgia adalah penyakit yang disebabkan oleh sentuhan atau penekanan pem­buluh darah pada saraf nomor 5, yaitu saraf nervus kranialis ter­besar yang mengatur perasa wa­jah yang letaknya di sekitar ba­tang otak. Gejalanya ditandai de­ngan suatu nyeri yang muncul mendadak, berat, seperti se­nga­t­an listrik atau nyeri yang me­nu­suk-nusuk, biasanya pada satu sisi rahang atau pipi.

Ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Bedah Surabaya Sofyanto mengatakan, penyakit ini sering dikatakan penyakit mis­terius dan langka. Pasalnya, saat pen­derita melakukan peme­ri­k­saan ke dok­ter, sering sekali nyeri pa­da TN tidak terdiagnosis. Pen­derita ha­nya tahu nyeri biasa pada bagian gusi dan gigi saja.

“Ada juga pasien yang sudah berobat kemana-mana bahkan hingga ke luar negeri, juga tidak tahu apa penyakitnya. Yang lebih ekstrim lagi, penderita justru me­ngira dirinya diguna-guna atau santet, sehingga berobat ke pe­ngobatan alternatif bahkan ke dukun,” jelas Sofyanto dalam dis­kusi kesehatan Brain Spain Co­mmunity di Jakarta, Sabtu (8/9).

Di Indonesia,  jumlah penderi­ta TN diperkirakan mencapai 30.000 orang yang terdeteksi. Menurut Sofyanto, nyeri yang dirasakan pada penderita TN serangannya sangat mendadak dan sakitnya tak terhingga. Ra­sanya ba­gai­kan ditusuk 1.000 jarum, ter­sam­bar petir atau obeng yang di­ma­suk­kan dan di­keluarkan dari hi­dung yang di­akibatkan adanya ma­salah di saraf nomor 5 (perasa wajah).

Dia mengatakan, penyakit lang­ka ini sulit disembuhkan de­ngan cepat karena di dalam otak terdapat 12 pasang saraf, jika ter­ganggu akan timbul masalah. Beberapa keluhan yang dialami, adalah gangguan pada saraf  5, 7, dan 9. Jika saraf 5 terganggu, muncul nyeri pada hidung, wajah, dan gigi. Jika saraf 7 terganggu, wajah kejang sebelah (Hemi­fa­cial Spasm/HFS). Pada gang­guan ini tidak timbul nyeri, tapi sebelah wajah, seperti tertarik ke sam­ping. Jika saraf 9 terusik, pen­derita akan kesakitan saat me­nelan.

Dia menegaskan, pe­nyakit ini timbul bukan karena gigi, me­lain­kan stres, kelelahan ataupun ke­cemasan pada penderita. Gang­­guan psikis berupa cemas, te­gang dan sebagainya hanya mem­­­per­parah reaksi, bukan se­bagai pe­mi­cu penyakit tersebut.

“Justru semakin cemas, denyut pembuluh darah penderita TN akan semakin menekan saraf 5 lebih kuat sehingga, otomatis reaksi pada wajah penderita akan semakin parah,” katanya

Adapun ciri umum dari pen­derita TN, yakni gusi, gigi dan sebagian wajah mengalami sakit yang luar biasa dan penderita se­lalu menduga, gigi sebagai pe­micu utamanya. Sehingga, ba­­nyak penderita yang  pasrah ke­tika dokter yang tak paham  me­ng­instruksikan giginya un­tuk di­cabut. Bahkan, ada pasien tak hanya satu dua, justru ke­selu­ru­han giginya ikut dicabut sampai ompong.  Namun, nyeri yang di­derita tak juga hilang.

Dikatakan, penyakit langka ini biasanya diderita oleh orang yang usianya di atas 40 tahun, karena di usia tersebut otak ma­nu­sia mulai mengecil. Se­cara ana­tomi akan menyebabkan peru­bahan posisi organ-organ yang ada di sekitarnya termasuk pem­buluh darah yang ada di saraf ba­tang otak tersebut.

“Kebanyakan penyakit ini menyerang usia tua, dan sekarang  bisa menyerang usia muda karena pernah ada pasien yang umurnya 20-22 tahun terkena TN. Hal ini dikarenakan adanya perubahan pembuluh darah,” ujarnya.

Ketua Brain Spine Community (BSC) DR Lilih Dwi Priyanto men­jelaskan, trige­mi­nal neu­ral­gia adalah penyakit yang dise­babkan oleh sentuhan atau pene­kanan pem­buluh darah pada saraf  5, yaitu saraf nervus kranialis ter­be­sar yang mengatur perasa wa­jah dan terletak di sekitar batang otak.

“Gejalanya ditandai dengan suatu nyeri yang muncul men­dadak, berat, seperti sengatan list­rik, atau nyeri yang menusuk-nu­suk, biasanya pada satu sisi rahang atau pipi,” jelas Lilih.

Prevalensi penyakit ini diper­kirakan sekitar 107.5 pada lelaki, dan 200.2 pada perempuan per satu juta populasi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sisi ka­nan wajah dibandingkan dengan sisi kiri (rasio 3:2), dan meru­pakan penyakit pada kelompok usia dewasa.  [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya