Berita

ksal soeparno

KSAL: Marinir Hindari Tindakan yang Menyakiti Hati Rakyat

Siap Diturunkan untuk Atasi Teroris
RABU, 12 SEPTEMBER 2012 | 13:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Korps Marinir harus senantiasa memelihara kesiapsiagaan satuan melalui sistem pembinaan serta pelatihan yang terprogram dan berkesinambungan, agar dapat menjalankan tugas-tugas negara yang dibebankan dengan baik.

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno, pada upacara serah terima jabatan Komandan Korps Marinir di Lapangan Apel Bhumi Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (12/9).

KSAL mengajak Marinir ikut mencermati perkembangan situasi kemanan global, dimana batas-batas wilayah suatu negara masih menjadi sengketa antar negara yang berkepentingan, termasuk di negara kesatuan RI yang berwujud negara kepulauan.


"Banyak pulau-pulau di negara kita yang berbatasan langsung dengn negara-negara tetangga. Tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik di masa yang akan datang seperti yang telah terjadi di perbatasan Ambalat," ujarnya.

Aksi terorisme di berbagai wilayah Indonesia, juga mesti jadi perhatian Korps Marinir. Di dalam struktur organisasinya, Marinir mempunyai satuan anti teror Detasemen Jala Mengkara yang tidak menutup kemungkinan akan dilibatkan dalam menanggulangi aksi-aksi teror di tengah masyarakat.

"Selain itu, saya menegaskan kembali untuk senantiasa memelihara disiplin kesatuan sampai pada tingkat yang paling tinggi, agar terhindar dari tindakan-tindakan yang merugikan dan menyakiti hati rakyat. Sehingga, citra Korps Marinir yang kita banggakan tetap terjaga di mata masyarakat mengingat medan penugasan yang selalu dekat dengan rakyat," kata KSAL. [jbc/ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya