Berita

KUD/IST

Punya Fungsi Strategis Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Pemerintah Akan Merevitalisasi KUD

SELASA, 04 SEPTEMBER 2012 | 18:23 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) yang pernah ada di masa Orde Baru akan di revitalisasi pemerintah. Revitalisasi bertujuan mendorong KUD yang pernah jaya di era pemerintahan mantan Presiden Soeharto tumbuh kembali. KUD dipandang baik dan sangat stategis dalam meningkatkan perekonomian rakyat di desa.

"Kami akan mengadakan pertemuan koperasi seluruh indonesia di Nusa Tenggara Barat (NTB) pertengahan September ini. Semua kepala dinas koperasi diundang. Temanya mengidentifikasi KUD-KUD yang ada di Indonesia dan bagaimana langkah pengembangan mereka ke depan," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hassan dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Menurut Menkop pertemuan itu akan membahas apa masalah KUD selama ini. Jika ada kekurangan dalam segi pengelolan keuangan atau kemampuan sumber daya manusia akan diberikan pelatihan. Jika kekurangan pemasaran akan dibantu untuk memasarkan produk-produk yang ada.


Yang pasti, kata Menkop, pihaknya akan menata ulang seluruh keberadaan KUD. Setelah diidentifikasi akan dilihat mana KUD yang masih layak dikembangkan dan mana yang perlu atau dimerger.

"Saat ini masih ada sekitar 6.000 KUD di seluruh Tanah Air, tetapi tidak semuanya produktif. Nanti akan dilihat mana yang perlu dipertahankan dan mana yang harus dimerger. Daripada tidak berjalan lebih baik bergabung dalam satu wilayah yang sama," katanya.       

Kebijakan itu kata Menkop, tidak dimaksudkan  intervensi atas roda kehidupan KUD di masing-masing wilayah yang merupakan lembaga mandiri. Setiap masyarakat tetap didorong untuk mendirikan KUD dan menjalankannya secara mandiri. Namun pemerintah membantu mengelola agar tidak mubazir dengan cara yang tidak produktif didorong untuk dimerger.

Lanjut Menkop, pemerintah juga tidak membangun KUD baru dengan dana pemerintah. Pembentukan KUD baru tetap diserahkan ke inisiatif dan swadaya masyarakat. Alasannya masyarakat yang tahu kondisi Alasannya masyarakat yang tahu kondisi rill di wilayah masing-masing. [dzk]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya