Berita

Diakui Bang Nara, Orang Solo Bisa Hidup Lebih Baik di Jakarta

SENIN, 03 SEPTEMBER 2012 | 12:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Harus diakui, Jakarta masih menjadi magnet bagi angkatan kerja yang menganggur. Rata-rata, pendatang baru di Jakarta itu adalah orang yang mencari kehidupan yang lebih baik.

Yang tadinya menganggur datang ke Jakarta untuk hidup dan bekerja. Yang tadinya sudah bekerja di daerah pun tidak sedikit datang ke Jakarta untuk dapat pekerjaan yang lebih baik.
 
"Selama Jakarta masih menyediakan kondisi yang mendukung untuk kehidupan, kondusif, investasi dan infrastruktur yang terbaik, selama itu pula Jakarta jadi gula," kata Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, kepada wartawan, siang ini (Senin, 3/9).


Menurut pria bersapaan Bang Nara itu, investor tidak akan berinvestasi di Jakarta atau daerah-daerah penyangganya kalau Jakarta tidak menyediakan semua yang terbaik untuk mereka.
 
Otomatis, Jakarta pun seperti menjadi tempat penampungan masalah dari seluruh daerah di Indonesia. Sehingga wajar, permasalahan  di Jakarta jadi sangat kompleks dan berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia.

"Bagaimana tidak komplek jika semua masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh daerah lainnya, Jakarta yang harus menyelesaikannya. Lihat saja berapa banyak warga dari daerah lain yang tidak mendapatkan pekerjaan di daerahnya, mencari kerja di Jakarta. Dan siapa yang harus menyelesaikannya? Jakarta kan?," urai Nara.
 
Untuk menjawab pertanyaan menyentil yang menyebut Cagub Joko Widodo, yang notabene masih menjabat Wali Kota Solo, sebagai contoh orang daerah yang mencari pekerjaan lebih baik di Jakarta, Nara menjawab diplomatis.

"Coba saja jawab sendiri. Tapi yang jelas banyak warga Solo yang mencari kerja di Jakarta karena disana tidak cukup ada ruang pekerjaan dan karena Jakarta lebih menjanjikan. Dan banyak sekali dari mereka yang datang ke Jakarta tanpa modal apapun berhasil. Memang itu rezeki mereka dan usaha mereka sendiri, tapi kan tetap saja Jakarta berpengaruh. Kalau rezeki memang sudah ada yang atur, kalau dibilang usaha sendiri yah tidak juga, usaha kan bisa dilakukan dimana saja kan," urai dia.
 
Dia pun berani memberikan bukti dan fakta. Lihatlah berapa banyak warga Solo yang mudik setiap tahunnya dengan kendaraan bermotor milik pribadi. Jumlahnya setiap tahun selalu meningkat dan bisa dilihat dari semakin panjangnya kemacetan di jalur mudik. Itulah bukti dan fakta.

"Artinya semakin banyak warga Solo pun bisa hidup lebih baik di Jakarta saat ini," ucapnya yakin. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya