Berita

nachrowi ramli/ist

Nachrowi Ramli: Ada Berkah di Balik Kemacetan Jakarta

SENIN, 03 SEPTEMBER 2012 | 11:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, mengharapkan agar warga Jakarta benar-benar adil menilai kondisi Jakarta.

Dia meminta warga tidak cuma melihat dari sisi negatif, apalagi bertujuan menjatuhkan pihak lain. Dia menilai, jika melihat dengan objektif, justru lebih banyak sisi positif dari hal-hal yang kerap dipandang negatif.
 
"Siapa yang tidak tahu masalah kemacetan di Jakarta? Kemacetan kalau dilihat dari sisi negatif memang buruk karena menyebabkan biaya ekonomi menjadi lebih tinggi dan lainnya. Tapi kalau mau jujur, dan kita berpikiran positif, kemacetan justru bisa diartikan berkah untuk warga Jakarta," kata Nachrowi Ramli dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Senin (3/9).
 

 
Dengan gamblang dia mencontohkan bagaimana sebaiknya memandang kemacetan dari sisi positif. Banyak faktor yang menjadi penyebab kemacetan. Salah satunya adalah pertambahan jumlah jalan yang tidak sebanding dengan pertambahan kendaraan bermotor.
 
"Aspek positif yang pertama dari kemacetan adalah semakin banyak warga Jakarta yang memiliki kehidupan yang baik sehingga mampu memiliki kendaraan bermotor. Artinya juga, kondisi ekonomi, politik, keamanan dan lain-lainnya baik. Sisi ini yang selama ini tidak pernah dilihat masyarakat," tambahnya.
 
Kemacetan, menurut eks petinggi TNI bersapaan Bang Nara itu, juga terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai dari bekerja, sekadar jalan-jalan dan lain sebagainya. Mobilitas masyarakat yang tinggi ini juga menandakan bahwa kehidupan itu berjalan baik.

"Kehidupan berjalan artinya harus didukung lagi oleh situasi dari berbagai aspek yang kondusif. Kan tidak mungkin ada orang keluar rumah kalau situasinya tidak aman misalnya. Tidak mungkin orang pergi bekerja dan menggunakan sarana transportasi dan infrastrukurnya kalau ekonomi tidak bergeliat? Ini juga yang kerap tidak dilihat orang," ungkapnya.
   
Kemacetan, tambah Mantan Kepala Badan Sandi Negara ini lagi, juga disebabkan karena maraknya pembangunan di Jakarta. Dirinya pun mencontohkan bagaimana pembangunan pusat-pusat perbelanjaan, perkantoran, perumahan dan lainnya.
 
Tidak mungkin orang membangun kalau situasi tidak kondusif. Pembangunan perumahan juga demikian, membuat lahan yang tadinya tidak digunakan, menjadi lebih bermanfaat.

Dia terangkan, pembangunan ini berdampak bukan hanya bagi warga Jakarta. Banyak orang yang bekerja di Jakarta, namun tinggal di perumahan di daerah penyangga. Daerah penyangga ini pun bergeliat. Banyak tenaga kerja yang terserap misalnya untuk pegawai mall. [ald]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya