Berita

Happy Salma

Blitz

Happy Salma, Bahagia Tanpa Anak

JUMAT, 24 AGUSTUS 2012 | 08:59 WIB

Jangankan anak, berbeda agama sama suami dianggapnya bukan masalah. Jadi tidak perlu ada perceraian.

Fenomena artis kawin-cerai kian meng­hangat. Bumbunya macam-macam dan klasik. Gara-gara masalah anak, karier atau per­bedaan yang menajam. Namun itu se­mua sejauh ini tak menimpa rumah tangga Happy Salma dan bangsawan Bali, Tjokorda Bagus. Dua tahun menikah, mereka lumayan jauh dari gosip. Padahal sampai saat ini, keduanya cukup sibuk dan belum juga dikaruniai anak. Rahasianya apa sih?

“Hubungan setelah resmi menjadi suami istri, pastinya senang, karena telah mendapatkan teman hidup yang tepat. Kita senang melakukan hal-hal seru berdua,” kata Happy.

Pasangan ini seolah-olah tetap seperti masih berpacaran. Kebetulan Happy ingin pernikahannya berjalan apa adanya.

“Kalau menurut saya menikah itu adalah menemukan teman hidup yang selalu mendukung, kompak, dan nggak bisa dipaksakan,” ujar pemain teater, sinetron dan model iklan ini.

Ditambahkan Happy, tak ada yang istimewa saat ia menjalani rumah tang­ganya. Ia menganggap apa yang dila­kukannya dengan suami, tidak jauh berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka menganggap bahwa hubungan suami istri bukanlah hubungan yang harus ditakutkan.

“Jadi sebenarnya biar sudah menikah, kita ini seperti orang pacaran aja sih. Jadi kita kayak teman,” ucapnya.

Salah satu perbedaan besar di antara Happy dan suami adalah perbedaan agama. Namun itu pun tak menjadi masalah berarti. Buktinya waktu bulan puasa lalu, Happy tidak ragu berpuasa meski sang suami beragama Hindu.  “Sangat, dari semua, keluarga, suami, semua toleransi, dari mertua juga,” kata Happy.

Antara dirinya dan sang suami saling mendukung, meski terkadang sang suami tidak menemaninya saat sahur tiba.

“Saling support sih, tidak ada keribetan. Nggak sahur dia tidur paling, kadang-kadang aja (nemenin),” tambahnya. Baginya, menjalani kegiatan di bulan Ramadhan sama saja dengan bulan-bulan lain.

Memang, Happy dan suami masih me­nunggu dikaruniai anak. Tapi so far, mereka mencoba tetap tegar dan hidup bahagia. “Doain aja kalau itu (urusan anak). Tanda-tandanya belum ada, usahanya ada sama suami saya,” ujar wanita kelahiran Sukabumi ini.

Namun, Happy mengaku malu dan bingung bagaimana menceritakan usa­hanya mendapat momongan kepada orang banyak. “Saya nggak curhat di depan banyak orang, malu. Kalau pun saya ada program anak, program orang dewasa bingung ceritainnya,” ucapnya.

Anak belum ada, tapi Happy sudah menjadi ibu dalam film terbarunya, Air Mata Terakhir Bunda. Dia memerankan Sri­yani, janda dua anak yang tetap tegar, pekerja keras. Kebetulan kisah Sriyani mirip sama jalan hidup ibunda Happy.

“Secara cerita, saya jatuh hati dengan sosok Sriyani. Ibunda saya pun seorang pekerja keras, dan membesarkan saya dan saudara-saudara dengan ketekunan dan endurance yang luar biasa,” ungkapnya.

Peran-peran berkarakter kuat memang selalu Happy cari. Ini sebagai bentuk prinsipnya ketika berkarya. “Saya pun memberikan totalitas penuh. Ini merupakan bentuk keseriusan saya berada di ranah industri layar lebar,” terang bintang film Gie dan Sang Penari ini.

Bahkan dalam film ini, Happy juga belajar dialek Sidoarjo yang khas, harus sanggup memasak lontong kupang, naik sepeda kuno, dan tantangan lain. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya