Menurut penelitian, sejak 14.000 tahun lalu manusia telah mengenal Peta. Di Indonesia sendiri, sistem navigasi dengan metode arkeo-astronomi misalnya, telah ditemukan bukti fisiknya di Gunung Padang Cianjur, sesuai hasil penelitian Hokky
Situngkir dari Bandung Fe Institute.
Tahun 1978, satelit pertama GPS diluncurkan oleh Amerika untuk keperluan militer. Departemen Pertahanan (defence) melakukan project NAVSTAR (yang merupakan cikal bakal GPS) yang pada tahun tahun berikutnya GPS secara resmi diaplikasikan untuk keperluan sipil (1983).
Tahun 2007, era navigasi dalam genggaman. Ya, pada era ini, navigasi bukan merupakan sesuatu yang rumit pada sebuah perangkat, namun hadir dalam genggaman berupa telepon seluler.
Demikian terungkap dalam seri dDiskusi Indonesia Maritim Indonesia dalam format Bentang Bahari Baharu (BBB) dengan "Teknologi Navigasi dari Masa ke Masa & Perannya Terhadap Transportasi Laut di Indonesia" di The Wisdom Jalan, Vetaran I Jakarta Pusat (Senin, 13/8).
Direktur Eksekutif IMI
DR.Y.Paonganan, mengatakan pembentukan Indonesia Maritime Institute dimaksudkan untuk mendorong segala upaya penyadaran seluruh elemen bangsa tentang realita potensi maritim di Indonesia. Termasuk dalam memberikan kontribusi disisi teknologi kemaritiman, diantaranya dalam soal-soal navigasi.
Sementara itu, A.Zulkarnain (Joel Gsys) dari Humminbird dalam diskusi yang sama mengatakan bahwa saat ini yang paling menarik dalam aplikasinya adalah "Side Imaging/Down Imaging, 360° View" yang memberikan bantuan dengan bahasa umum "APA YANG ANDA LIHAT ADALAH APA YANG ANDA DAPATKAN."
Menurutnya selain untuk penerapaan standard pada seperti sonar pencari ikan, pembaca struktur bawah air, Side Imaging juga telah lama digunakan oleh Tim SaR di USA, seperti untuk menscanning mobil, kapal bahkan tubuh yang tenggelam atau karang-karang dan kontur dasar air.
Teknologi Pencitraan Side Imaging jauh lebih mudah dibaca dan hasilnya lebih nyata daripada sonar konvensional, yang memerlukan pengalaman pemakaian sonar.
Dalam diskusi yang diselenggarakan IMI tersebut dilakukan ujicoba terhadap salah Satu contoh produk yang mendukung kesemua fitur diatas yaitu Humminbird 998Cx SI Combo.
Pada perangkat Humminbird 998Cx SI Combo tersebut selain memiliki fitur side imaging, juga dilengkapi memory external sehingga nelayan modern Indonesia bisa merekam kondisi bawah air dengan detil kontur, ke dalam, koordinat dan lain-lain.
Sehingga bisa disimpan dan dimainkan di komputer dan tentu saja bisa langsung dimainkan pada Unit Humminbird itu sendiri untuk kepentingan nelayan modern Indonesia di saat melaut berikutnya. [zul]