Berita

abdul rasyid

Abdul Rasyid: Hasil Survei bukan Putusan Final!

SENIN, 13 AGUSTUS 2012 | 01:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Hasil survei yang dipublikasi lembaga survei harus disikapi sebagai informasi. Karena ini adalah survei politik, maka harus disikapi secara bijak.

"Dengan rasa hormat bisa saya sampaikan, bahwa hasil survei bukanlah putusan final," ujar Ketua Umum DPP Barisan Muda (BM) Penegak Amanat Nasional (PAN) Pertama, Abdul Rasyid, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 12/8).

Rasyid mengungkapkan itu menanggapi hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) yang dirilis di Hotel Kartika Chandra Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Jika pemilihan umum digelar sekarang, berdasarkan temuan JSI, Partai Golkar akan menjadi pemenang dengan perolehan suara 17,4 persen. Posisi kedua PDI Perjuangan 13,5 persen dan Partai Demokrat di posisi ketiga 13,1 persen.

Sedangkan di posisi berikutnya, PAN di urutan keempat dengan perolehan 6,0 persen; Partai Gerindra 5,6 persen; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 5,4 persen; Partai Nasdem 3,4 persen dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,2 persen.

Sedangkan berdasarkan  temuan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), partai Golkar mendapat 18 persen suara; PDIP 11,6 persen dan disusul partai Demokrat mendapat 11,1 persen. Sementara partai lainnya, seperti Gerindra mendapat 5,2 persen, PPP mendapat dukungan sebanyak 3 persen, PKB 2,8 persen, PKS 2,2 persen, dan PAN 2 persen.

"Melihat hasil survei CSIS dan JSI yang baru di-launch ada yang perlu kita perhatikan," ungkap Rasyid.

Menurutnya, ada minimal 2 fenomena yang masih dapat diingat. Pertama, adalah ketika masa awal reformasi. Saat itu, Golkar sebagai partai Orde Bara dihujat, dibenci bahkan tidak sedikit yang membicarakannya dengan penuh rasa permusuhan. "Tapi ternyata hasil pemilu masih menunjukkan perolehan yang signifikan," ungkapnya.

Kedua fenomena hasil pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada putaran pertama. Yaitu, perolehan suara pasangan Joko Widodo dan Basuki T. Purnama jauh di atas prediksi hasil survei dibanding perolehan incumbent, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. 

"Hal ini menunjukkan bahwa, pertama, hasil survei harus menjadi evaluasi, catatan untuk sebuah perbaikan baik internal maupun ekternal dan kedua, hasil survei juga menjadi momentum untuk menerapkan strategi baru," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya