Berita

jokowi-ahok

PKS Menjawab Kekhawatiran tentang Jakarta akan Dipimpin Non Muslim

KAMIS, 09 AGUSTUS 2012 | 13:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Apakah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau mendukung Joko Widodo karena khawatir Solo akan dipimpin seorang nonmuslim dan Jakarta kelak akan dipimpin seorang nonmuslim pula?

Itu antara lain pertanyaan yang beredar di tengah masyarakat mengiringi misteri sikap PKS dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta. Dalam putaran pertama, PKS mendukung Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini. Hidayat adalah mantan presiden partai itu yang juga mantan ketua MPR RI. Sementara Didik adalah mantan anggota DPR RI dan salah seorang politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Solo khawatir kotanya akan dipimpin FX Hadi Rudyatmo yang bukan seorang muslim bila Jokowi menang dalam pilkada Jakarta. Sementara, spekulasi lain mengatakan mayoritas masyarakat Jakarta belum bisa menerima pemimpin nonmuslim yang dapat terjadi bila, seandainya, Jokowi menang tetapi berhenti di tengah jalan karena mengincar jabatan lain. Bila hal itu yang terjadi, Basuki T. Purnama alias Ahok akan otomatis menggantikan Jokowi.


Hidayat Nur Wahid merasa perlu memberikan penjelasan mengenai rumors yang berkembang di tengah masyarakat ini. Katanya, PKS sama sekali tidak mempersoalan identitas seorang pejabat publik.

Lebih dari itu, PKS tidak melihat pemilihan gubernur Jakarta sebagai persoalan umat dan akidah. Begitu dikatakan HNW dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, kemarin (Rabu, 8/8).

Hidayat juga mengatakan bahwa pihaknya belum menentukan pilihan, apakah mendukung Fauzi Bowo yang besar dalam tradisi Islam Jakarta ataupun Jokowi, walaupun pertemuan dengan kedua kandidat itu telah dilakukan secara tepisah.

"Disepakati akan ada satu pertemuan lagi. Dan saya kira dalam minggu ini semuanya bisa di-clear-kan," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya