Berita

hidayat nur wahid/ist

Hidayat Nur Wahid Tak Rela Jokowi Jadi Kutu Loncat Lagi...

KAMIS, 09 AGUSTUS 2012 | 12:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Bila menang dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo harus menuntaskan masa jabatannya selama lima tahun. Begitu salah satu syarat yang sempat diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada Joko Widodo yang ingin mendapatkan dukungan partai itu. 

PKS tidak ingin Joko Widodo kembali mengulangi perbuatannya saat ini yang disebut oleh banyak pengamat sebagai kutu loncat karena belum menyelesaikan tanggung jawab di Solo tapi sudah mengikuti pemilihan gubernur Jakarta.

"Dalam konteks demokrasi, suara rakyat, kan suara Tuhan. Pimpinan itu melaksanakan amanat rakyat. Amanat rakyat itu lima tahun, kan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang melaksanakan amanat rakyat," ujar bekas calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/8).

Karena itu, PKS meminta Joko Widodo memberi contoh bahwa sehebat apapun godaan jabatan yang lebih prestisius sekalipun, harus dia abaikan.

"Kalau dipilih untuk lima tahun, ya harus lima tahun," jelasnya.

Hidayat khawatir, Jokowi kembali berhenti di tengah jalan. Hal ini akan menjadi contoh buruk di masyarakat. Bukan tak mungkin kepala daerah lainnya juga akan mencontoh Jokowi dengan meninggalkan masa jabatan karena ada tawaran yang lebih menggiurkan.

"Itu bisa jadi contoh betapa semrawutnya demokrasi di Indonesia. Lagi pula kalau amanat sebesar ini dilupakan, bagaimana dengan yang lainnya," kata mantan Ketua MPR ini.

"Jadi kita ingin amanat rakyat itu dilaksankan dengan serius, jujur. Karena Jakarta bukan tepat bermain-main. Jadi jangan dibohongi rakyat. Nanti orang tak lagi percaya pada Pilkada," katanya mengingatkan.

Syarat lain yang diajukan PKS kepada Jokowi adalah kontrak politik melaksanakan program yang sudah dikampanyekan pasangan Hidayat-Didik. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya