Berita

abraham samad dan timur pradopo

Ketua KPK dan Kapolri Bertemu, Hasilnya Buntu

RABU, 08 AGUSTUS 2012 | 04:29 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

.  Pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk membahas penanganan dugaan korupsi simulator uji mengemudi di Korlantas Polri yang sedianya digelar Senin (6/8) dikabarkan batal. Namun ternyata, diam-diam Abraham dan Timur Bertemu pada malam harinya.

Abraham pun mengakui adanya pertemuan yang digelar di Mabes Polri. "Semalam (6/8), di kantor Kapolri," kata Abraham dalam pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (7/8) malam.

Baik Abraham maupun Kapolri tidak sendirian dalam pertemuan tersebut. Menurut Abraham, Kapolri didampingi Kabareskrim Komjen Sutarman.

"Saya bersama Pak Busyro (Busyro Muqoddas)," beber Abraham.


Hanya saja, tidak ada kesepakatan maupun keputusan yang diambil dalam pertemuan tersebut. Karenanya, pertemuan itu bukanlah pertemuan terakhir.

"Tidak ada keputusan final. Akan ada pertemuan lanjutan," ucapnya.

Seperti diketahui, KPK dan Mabes Polri saat ini terlibat konflik terkait penanganan dugaan korupsi proyek simulator uji mengemudi di Korlantas Polri. Baik KPK maupun Polri telah melakukan penyidikan.

KPK telah menetapkan mantan Ketua Korlantas Polri, Irjen (Pol) Djoko Susilo sebagai tersangka.

Menurut KPK, pada saat pengadaan simulator itu Djoko selaku Kepala Korlantas diduga menyalahgunakan kewenangannya sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 90 miliar dan Rp 100 miliar. Tender proyek simulator sekitar Rp 198,7 miliar itu dimenangi PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) milik Budi Susanto.

Di sisi lain, Polri juga sudah menyidik kasus tersebut. Sejumlah nama telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh polisi di antaranya mantan Waka Korlantas Polri, Birgjen Didik Purnomo, AKBP Teddy Rusmawan (ketua panitia lelang), Kompol Legimo (mantan bendahara Korlantas) serta Budi Susanto dan Sukotjo Bambang dari pihak swasta. [dzk/jpnn]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya