ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
"Itu sah-sah saja memilih seseorang sesuai dengan identifikasi agama, ras, dan golongan," ujar Direktur Komunikasi Institute Kebajikan Publik, Andar Nubowo kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 6/7).
Tetapi ajakan itu keluar dari konteks memilih pemimpin yang berkualitas. Karena dalam konteks demokrasi modern, memilih pemimpin itu didasarkan pada visi, misi dan program yang rasional dan terukur.
"Tidak ada hubungan antara keyakinan agama atau ras seseorang dengan kualitas kepemimpinan," tegasnya.
Sebaliknya, ungkapnya, ceramah pedangdut yang akrab disapa Bang Haji itu bisa menjurus pada pembodohan politik.
"Jika dilihat dari etika politik dan penguatan demokrasi yang sehat, cara-cara seperti itu tidak rasional," ungkapnya.
"Bukankah memimpin itu adalah persoalan kapabilitas dan akuntabilitas serta integritas? Apakah jaminannya agama atau ras tertentu itu pasti bisa baik, dan ras lain tidak bisa bekerja dan memimpin dengan baik?" tandas kandidat doktor École des hautes études en sciences sociales (EHESS), Paris, Perancis ini. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39