Berita

saleh p daulay (kiri)

TKI Curhat Lambannya Pemerintah dalam Mengurus Dokumen

SENIN, 06 AGUSTUS 2012 | 09:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selama ini pemerintah dinilai sangat lamban dalam mengurus keperluan para TKI di Malaysia. Tidak mengherankan bila para TKI banyak yang tidak memiliki dokumen resmi. Padahal, mereka sudah secara aktif memproses legal document mereka di KBRI.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, di sela-sela acara buka puasa bersama dengan para TKI Indonesia di Taman Sri Serdang, Selangor, Malaysia Ahad (5/8).

"Tadi ada beberapa orang warga Indonesia yang menyebut bahwa pelayanan pengurusan dokumen sangat lamban. Staf KBRI Malaysia tidak sanggup melayani ribuan bahkan puluhan ribu dokumen. Makanya, sering kali ketika mengurus dokumen membutuhkan waktu berminggu-minggu," ujar Saleh.

Hal-hal seperti ini, menurut Saleh, harus menjadi prioritas utama pemerintah. Sebagai warga negara, para TKI juga layak mendapatkan pelayanan yang baik. Apalagi, penyediaan dokumen resmi sangat membantu menyelesaikan kompleksitas masalah para TKI.

"Bayangkan, jika ada satu atau dua orang TKI yang menghadapi masalah hukum. Sementara mereka tidak memiliki dokumen, advokasi yang akan diberikan kepada mereka pasti akan terkendala. KBRI bisa saja menyatakan bahwa mereka adalah WNI. Tetapi tanpa dokumen, klaim itu akan ditolak otoritas Malaysia," ungkap Saleh.

Selain itu, kata Saleh, menurut penuturan para TKI kita, para petugas resmi negara sangat jarang menemui kantong-kantong TKI. Akibatnya, sosialisasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah menjadi lambat. Bahkan, para TKI itu sendiri banyak yang tidak mengenal para pejabat yang bertugas memenuhi kebutuhan mereka.

"Ini harus jadi cambuk bagi pemerintah. Jutaan rakyat Indonesia yang bekerja di luar negeri, khususnya Malaysia, harus diperhatikan. Para TKI kita ini ternyata sangat
ramah-ramah. Mereka tidak segan mengungkapkan uneg-uneg dan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Kalau pemerintah mau mendengar, setidaknya permasalahan itu lebih mudah dicarikan solusinya," demikian Saleh. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya