rusli halim fadli (tengah)
rusli halim fadli (tengah)
Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Indonesia Rusli Halim Fadli dalam diskusi politik dengan tema "Eksistensi Kader Muda dalam Membangun Demokrasi" di Banjarmasin (Minggu, 5/8), yang digelar DPW PARRA Provinsi Kalimantan Selatan.
"Kalau masuk hutan, kaum muda harus angkat senjata. Angkat senjata ini kalau dalam konteks demokrasi di Indonesia, seperti melakukan gerakan-gerakan inkonstitusional menurunkan kepala negara yang sudah sah. Gerakan ini biasa disebut revolusi," kata mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.
Selain Rusli, juga hadir sebagai pembicara pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, M. Rifqi Nizami Karsayuda.
Pilihan berikutnya adalah masuk ke partai politik dan melakukan perubahan secara konstitusional. Salah satunya lewat Partai Amanat Nasional, partai yang dilahirkan oleh tokoh reformasi, Amien Rais.
Rusli mengakui saat ini berkembang opini ditengah masyarakat bahwa politik itu korup dan berbiaya tinggi. Menurutnya opini itu harus dilawan dengan idealisme yang terlembaga.
"Infrastruktur adalah jawabannya. Saat ini PARRA Indonesia mengambil peran ini di Partai Amanat Nasional untuk fokus membangun infrastruktur dan menggarap pemilih pemula," ujarnya.
PARRA Indonesia, sebagai sayap PAN yang fokus dalam pembangunan infrastruktur partai, saat ini sudah berdiri di 33 Provinsi dan 315 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39