Berita

rusli halim fadli (tengah)

Mau Lakukan Perubahan, Anak Muda Harus Masuk Hutan atau Masuk Partai

MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 15:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Hanya ada dua cara yang bisa dilakukan oleh kaum muda Indonesia apabila ingin melakukan perubahan di negeri ini. Yaitu, masuk ke hutan atau ke partai politik.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Indonesia Rusli Halim Fadli dalam diskusi politik dengan tema "Eksistensi Kader Muda dalam Membangun Demokrasi" di Banjarmasin (Minggu, 5/8), yang digelar DPW PARRA Provinsi Kalimantan Selatan.

"Kalau masuk hutan, kaum muda harus angkat senjata. Angkat senjata ini kalau dalam konteks demokrasi di Indonesia, seperti melakukan gerakan-gerakan inkonstitusional menurunkan kepala negara yang sudah sah. Gerakan ini biasa disebut revolusi," kata mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Selain Rusli, juga hadir sebagai pembicara pengamat politik dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, M. Rifqi Nizami Karsayuda.

Pilihan berikutnya adalah masuk ke partai politik dan melakukan perubahan secara konstitusional. Salah satunya lewat Partai Amanat Nasional, partai yang dilahirkan oleh tokoh reformasi, Amien Rais.

Rusli mengakui saat ini berkembang opini ditengah masyarakat bahwa politik itu korup dan berbiaya tinggi. Menurutnya opini itu harus dilawan dengan idealisme yang terlembaga.

"Infrastruktur adalah jawabannya. Saat ini PARRA Indonesia mengambil peran ini di Partai Amanat Nasional untuk fokus membangun infrastruktur dan menggarap pemilih pemula," ujarnya.

PARRA Indonesia, sebagai sayap PAN yang fokus dalam pembangunan infrastruktur partai, saat ini sudah berdiri di 33 Provinsi dan 315 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya