Ki Bagus Hadikusumo
Ki Bagus Hadikusumo
Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi mengungkapkan itu dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online (Minggu, 5/8).
"Beberapa nama yang tersebut diatas sudah dianugerahi pahlawan nasional. Ini seakan ada diskriminasi karena sampai hari ini Ki Bagus Hadikusumo seakan terlupakan oleh pemerintah padahal sama-sama kita ketahui peran Ki Bagus Hadikusumo bersama Muhammadiyah pada masanya memberikan kontribusi besar terhadap keutuhan NKRI," ujarnya.
Karena itu, pada momentum peringatan proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang, juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan, DPP IMM meminta Pemerintah Republik Indonesia segera memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ki Bagus Hadikusumo. Karena beliau bukan hanya tokoh pemersatu umat Islam, tapi juga sebagai pemersatu bangsa.
"Dan kami meminta kerpada tokoh-tokoh Ormas dan partai politik terutama yang berbasis Islam untuk ikut mendukung penganugerahan pahlawan kepada tokoh islam lainnya seperti Kahar Muzakkir, Kasman Singodimedjo dan lainnya," sambungnya.
Menurut Panitia Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional PP Muhammadiyah, AM Fatwa, Ki Bagus Hadikusumo layak dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional.
Dalam seminar nasional Ki Bagus Hadkusumo Sang Negarawan yang digelar di Auditorium UHAMKA Limau pada Jumat kemarin, AM Fatwa mengungkapkan sejumlah alasan perlunya penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada tokoh Muhammadiyah tersebut.
Pertama, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, Ki Bagus Hadikusumo merupakan pahlawan perintis kemerdekaan. Kedua, Ki Bagus Hadikusumo tercatat dalam lembar sejarah sebagai salah satu pemrakarsa Pancasila. Ketiga, Ki Bagus Hadikusumo memiliki visi kenegarawanan.
Menurut Fatwa, visi kenegarawanan Ki Bagus terlihat jelas saat ia menyetujui usulan formulasi sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang tadinya berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya". Tidak mudah bagi Ki Bagus untuk meloloskan kalimat ini. Namun situasi saat itu sungguh genting, sehingga Ki Bagus berbesar hati demi kesatuan dan persatuan bangsa ini.
Selain memiliki sikap kenegarawanan, Ki Bagus juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Angkatan Perang Sabil (APS) yang dibentuk dalam upaya menghadapi Agresi Militer Belanda I Yogyakarta pada 21 Juli 1947. Angkatan Perang Sabil bermarkas di Masjid Taqwa di Kampung Suranatan dan didukung oleh sejumlah ulama Muhammadiyah.
Pengusulan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada Ki Bagus mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang menjadi pembicara dalam seminar nasional Ki Bagus Hadikusumo Sang Negarawan, seperti anggota Dewan Gelar, Jimly Asshiddiqie, dan sejarawan Taufik Abdullah serta gurubesar UIN Jakarta, Bachtiar Effendy. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39