Berita

hendr saparini/ist

Amandemen UUD 45 Semakin Menjauhkan Kesejahteraan Rakyat

SABTU, 04 AGUSTUS 2012 | 17:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengamat ekonomi politik dari Econit, Dr Hendri Saparini, menyatakan, kondisi perekonomian negara khususnya penguasaan aset negara untuk kepentingan rakyat semakin memprihatinkan.

Hal itu dikatakan Hendri saat memberikan paparannya pada Focus Group Discussion (FGD) bertema "Radikalisasi Pancasila dalam Berbagai Aspek Kehidupan" yang digelar atas kerjasama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dengan Lembaga Hikmah & Kebijakan Publik, PP Muhammadiyah, di Jakarta, Sabtu (4/8).

Menurut Hendri, ekonomi Pancasila adalah ekonomi konstitusi. Akan tetapi, semangat ekonomi Pancasila semakin menjauh dan dijauhkan dari kepentingan publik.


Ia mencontohkan, UUD 45 menegaskan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara. Namun demikian, lanjut Hendri, negara tidak berkuasa untuk menguasai aset negara.

"Akhirnya, asing yang dengan leluasa menguasai kekayaan Indonesia karena undang-undang turunan yang lebih rendah, mendukung penguasaan dan dengan itu jelas sangat bertentangan," ujarnya.                    
                 
Lebih lanjut dia mengatakan, dengan semakin banyaknya UU yang diaju-materikan di MK membuktikan, banyak produk undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila.  

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Di mana-mana, bank itu jantung ekonomi. Tapi di Indonesia penguasaan asing atas bank di Indonesia diperbolehkan hingga 90 persen. Di luar negeri, maksimal 35 persen. Inilah yang mesti kita dorong untuk diradikalisasi demi kepentingan rakyat," pungkasnya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya