Berita

ilustrasi, kan­tong darah

Kesehatan

PMI Ngebet Bikin Pabrik Pasok 2,2 Juta Kantong Darah

JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 | 08:06 WIB

Mengingat kebutuhan darah yang terus meningkat tiap ta­hun­nya, Palang Merah Indonesia (PMI) berencana mendirikan pab­­rik untuk pengadaan kan­tong darah. Kebutuhan kantong darah selama ini dipasok dari Je­pang dan Singapura.

Seiring meningkatnya kebu­tuhan stok darah, kebutuhan kantong darah dinilai sangat pen­ting. Untuk itu, rencana pem­bangunan pabrik kantong da­rah diharapkan dua tahun ke de­pan akan segera terealisasi.

Kepala Seksi Unit Donor Da­­­­rah dan Informasi PMI Pu­sat dr Robby Nur Aditya me­nga­ta­kan, harga kantong darah yang diimpor mencapai Rp 40 ribu per kantong. Se­dang­kan kebu­tuhan PMI dalam satu ta­hun mencapai 2,2 juta unit kan­tong.

“Kita harus membeli kan­tong darah senilai Rp 88 mi­liar tiap tahun dan harga sa­tu kantong tergolong mahal,” ka­ta dr Robby di Jakarta, Jum­at (27/7).

Kehadiran pabrik tersebut, ka­tanya, bisa menghemat dana sub­sidi yang diberikan kepada PMI. Dana subsidi tersebut sebe­narnya juga tidak mencukupi.

“Maka­nya, sebagian biaya­nya terpaksa dibebankan ke ma­sya­rakat yang ingin menggu­nakan darah,” katanya.

Untuk lokasi pabrik, sampai saat ini belum belum bisa dipas­tikan baik di wilayah Cikarang atau Karawang. Tapi, dia me­ngaku sudah ada investor yang berminat menanamkan modal membangun pabrik.

“Tapi, biaya investasinya be­­ra­pa, saya kurang tahu ka­rena ada tim tersendiri yang me­ren­­­­ca­­na­kan­nya. Investa­si­nya be­sar ka­re­na memang nggak mudah mem­produksinya,” pa­par nya.

Ia juga mengungkapkan, ada berbagai pendekatan yang dila­kukan PMI selama ini sudah menunjukkan peningkatan kan­tong darah yang signifikan. Bah­kan, sejak tahun 2009, su­dah ada peningkatan kantong darah sampai 16 persen di­ban­ding kepengurusan tahun se­belumnya.

Sekarang ini sudah tembus 2,2 juta kantong darah dan targetnya 2,5 juta kantong darah di tahun 2012 dan naik 20 persen tiap tahun. Selain permasalahan ke­butuhan kantong darah, PMI juga berusaha keras memenuhi ke­tersediaan darah.

Berdasarkan standar Badan Ke­sehatan Dunia (WHO), angka ideal ketersediaan darah mini­mal dua persen dari jumlah penduduk suatu negara. Apabila penduduk In­donesia 240 juta, idealnya stok da­rah mencapai 4,5-4,8 juta kantong.

“Mengingat manfaat yang diperoleh banyak sekali, m­a­sya­rakat dapat mengadopsi gaya hidup sehat dan mau melakukan donor darah setiap 2,5-3 bulan sekali,” ucapnya.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Gubernur BI pun Ikut Mundur, Ada Apa Ini Guru?

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15

Rumah Bedeng di Lebak Bulus Kebakaran

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:00

Timnas Garuda Hadapi Timor Leste pada 31 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:30

Revolusi, Romansa, dan Runtuhnya Komisariat SMID IISIP

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:21

Presiden Harus Tindak Tegas Londo Ireng yang Merugikan Kepentingan Bangsa

Selasa, 28 Juli 2026 | 05:19

Orang Tak Percaya Perry Warjiyo Mundur karena Alasan Pribadi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:33

83 Penonton Jadi Korban Tribun GOR Satria Banyumas Roboh

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:18

Ahok Ungkap Awal Pecah Kongsi dengan Jokowi

Selasa, 28 Juli 2026 | 04:00

Nama Bupati KBB Jeje Ritchie Dicatut untuk Jual Jabatan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:35

Hantu itu Masih Gentayangan

Selasa, 28 Juli 2026 | 03:18

Selengkapnya