Berita

Wa Ode Nurhayati Akan Laporkan "Kreativitas" Haris Surahman

SELASA, 31 JULI 2012 | 20:48 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), terdakwa suap Dana Percepatan Infrastruktur Daerah Wa Ode Nurhayati kembali menegaskan dirinya dikorbankan.

"Dari perkembangan sidang, faktor-faktor persidangan dari hari ke hari sampai detik tadi, nampak jelas saya dikorbankan," kata Wa Ode usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Selasa, 31/7).

Menurut Wa Ode, dirinya dijadikan pesakitan dengan tuduhan menerima suap sebagai negara hanya berdasarkan pengakuan Haris Surahman. Sementara saksi-saksi lain yang dihadirkan di persidangan, mengaku tidak ada yang mengenal dan pernah berkomunikasi dengan dirinya.

"Bagaimana bisa saya menjanjikkan sesuatu terhadap orang-orang yang tidak saya kenal sama sekali," jelas Wa Ode.

"Ini kreativitas Haris, idenya Haris, pelakunya Haris tetapi Haris sampai hari ini masih bebas merdeka bahkan tidak mendapat status tersangka," sambung Wa Ode.

Wa Ode semakin yakin dengan fakta-fakta yang muncul di persidangan bahwa dirinya memang dikorbankan.

"Saya mengetuk nurani lah, ini kan negara hukum, kita bicara fakta sidang, fakta hukum. Kita sudah tidak bicara kata Wa Ode Nurhayati lagi, kita udah bicara rangkaian fakta persidangan yang ada," harapnya.

Akankah membawa Haris ke pengadilan?

"Saya tentu secara pribadi akan melaporkan yang bersangkutan karena mencatut nama saya. Saya sudah menemukan fakta-fakta nama saya dicatut oleh saudara Haris, dan tentu atas keterangan beliau dihadapan KPK dan BAP-nya tentu saya sudah bisa mengajukan beliau kehadapan hukum," jawab dia.[dem]


Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya