Berita

Syarief Hasan/Ist

SAFARI RAMADAN MENKOP & UKM

Bukber di Pondok Pesantren, Menkop Ajak Pemuda Cianjur Berkoperasi

SELASA, 31 JULI 2012 | 16:30 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL.  Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama di Pondok Pesantren Gelar, Desa Peteuy Condong, Kec Cibeber, Kab Cianjur, kemarin.

Hadir dalam silaturahmi dan buka bersama di pondok pesantren itu,  pimpinan Muspida setempat, para tokoh masyarakat, para alim ulama, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede ‘Macan’ Yusuf.

Dalam sambutannya,  Menkop dan UKM mengajak para pemuda Cianjur untuk menjadi entrepreneur pemula dan membuka koperasi serba usaha.


Menurut Menkop, berwirausaha akan menurunkan angka kemiskinan yang mencapai 30 persen di Kabupaten Cianjur.

“Saat Anda memilih menjadi entrepreneur atau wirausaha pemula, Anda telah membuka lapangan kerja, sekaligus telah menurunkan angka kemiskinan di Kab Cianjur. Apalagi jika berkoperasi, akan juga membuka lapangan kerja baru lebih banyak dan menantang untuk berusaha di sektor usaha kecil dan menengah,” katanya.

Menkop menegaskan, pemerintah sangat mendukung sekali gerakan ekonomi nasional berbasis koperasi. Malah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan Revitalisasi gerakan Koperasi.

"Revitalisasi gerakan Koperasi seperti yang dicanangkan Presiden SBY, telah menggerakkan koperasi kepada visi yang baru dalam meningkatkan ekonomi negara."

Seperti diketahui, papar Menkop UKM, kondisi ekonomi nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2011 mencapai puncaknya, yakni 6,5 persen dari sebelumnya 6,2 persen pada 2010 dan 4,5 persen pada 2009.

Semakin membaiknya kondisi ekonomi nasional, ujar Menkop, berbanding lurus jumlah pengangguran pun terus turun dari tahun ke tahun, di mana pada 7 tahun lalu mencapai 12 persen, kini telah berada di 6,3 persen.

Jumlah kemiskinan pun menurun dari 17,4 persen pada tahun lalu menjadi 11,9 persen pada 2011. Tingkat pendapatan per kapita penduduk pun terangsang naik dari hanya 1 dolar AS/kapita pada 2004, kini pada 2011 menjadi 3.500 dolar AS/kapita
.
“Pada 2012 ini pun, di tengah kondisi ekonomi global yang merosot, di mana AS hanya naik sekitar 2 persen, bahkan Eropa malah cenderung turun alias -1 persen, namun ekonomi Indonesia diprediksi malah dapat bertahan di angka 6,5 persen. Karenanya Indonesia pun mematok kenaikan 7 persen pada 2014 mendatang,” jelas Syarif.

Menkop juga menegaskan, kedatangannya ke Pontren Gelar merupakan upaya silaturahmi. “Forum silaturahmi ini penting, sebagai sarana untuk menyamakan persepsi bagaimana dan sejauh mana pemerintah SBY menjalankan pemerintahannya, sehingga dapat melangkah bersama membangun negara,.” Ungkapnya.

“Melalui silaturahmi, kita juga dapat memetik tiga manfaat. Satu, dengan silaturahmi memperluas rezeki. Kedua, mendapatkan kemudahan dari Allah SWT lantaran kita punya teman. Ketiga, upaya silaturahmi dapat memperpanjang usia. KH Huban Zein putra ke enam dari KH Zen Abdul Somad atau Mama Gelar, pemilik Pontren Gelar.

Pontren Gelar di Desa Peteuy Condong, Kec Cibeber, Kab Cianjur, merupakan potren tertua di Cianjur. Pontren itu dibangun pada 1932, pada masanya dikenal sebagai pusat penyebaran agama Islam saat pontren dipimpin KH Zen Abdul Somad atau yang dikenal Mama Gelar (dzk)

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya