Berita

prof. Masyithoh

Prof. Masyithoh: Para Dai Harus Profesional

SENIN, 30 JULI 2012 | 13:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Banyak da’i  Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berdakwah untuk
kelas menengah ke atas. Namun persoalannya tidak terekspose.

"Kita banyak dakwah, masuk ke bank-bank, perkantoran tinggi dan sebagainya, tetapi tidak ada yang mengekspose,” kata Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof.  Masyithoh Ch dalam Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah "Strategi Dakwah di Kalangan Menengah," di Aula Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta (Senin, 30/7).

Muhammadiyah dan Aisyiyah menurut Masyithoh, sudah selalu melakukan dakwah dengan pendekatan wawasan dan kebutuhan masyarakat menengah atas, bahkan banyak da’i yang khusus datang ke tempat-tempat kelas menengah. Jadi menurutnya, bukan berarti Muhammadiyah selama ini tidak berdakwah ke kalangan menengah, tetapi mungkin sedikit yang tahu.

Bahkan menurut Masyithoh, proses dakwah memang harus dilakukan memalui tahapan yang sangat sabar. Jika di sana ada tradisi tertentu, kalau bisa diikuti saja, nanti secara bertahap mereka akan paham.

"Misalnya mereka yang biasa Barjanji, kita terjemahkan, supaya mereka tahu apa sebenarnya isi Barjanji itu. Bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya isi Barjanji, setelah tahu baru mereka ikut ke kita,” jelasnya.

Oleh karena itu Muhammadiyah perlu melakukan pendekatan yang baik, baik figure, contoh dan metode sangat penting untuk dakwah pada masyarakat menengah ini. “Setiap da’i harus memiliki kompetensi, yaitu kompetensi profesionalisme,” ungkapnya.

Sehingga dengan kompetensi, dakwah Muhammadiyah tidak asbun bahkan bisa mengajak masyarakat menjadi kritis.  Pendekatan kritis ini menjadi penting, mengingat masyarakat menengah itu kata Masyithah bersifat kritis. Karenanya pendekatan dakwah jangan sampai emosi atau menjadi tidak rasional. Maka menurutnya proses dakwah juga harus bersifat dialogis.

Strategis dakwah ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah perlu memperhatikan metode komunikasi yang baik. Sebab komunikasi yang salah akan menyebabkan pesan dakwah tidak sampai secara baik. Maka dalam konteks kelas menengah, menurut Masyithah, kita perlu menggunakan bahasa mereka dengan baik.

Selain itu, Muhammadiyah juga harus mengangkat berbagai persoalan-persoalan aktual seperti persoalan marginal, kekerasan dalam keluarga, kemiskinan, korupsi dan lain sebagainya. “Namun dalam pelaksanaannya, kita juga perlu menggunakan teknologi sebagai media berdakwah,” ungkapnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya