Berita

eza Indragiri Amriel

Islam Perlu Dorongan untuk Mengejar Prestasi

SENIN, 30 JULI 2012 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai sekarang tidak ada penelitian khusus terkait dengan psikologi kelompok menengah Islam khususnya di Indonesia. Namun demikian, sedikitnya ada dua parameter utama untuk berbicara individu kelas menengah, yaitu pertama dunia kerja dan kedua dunia pendidikan.

"Mereka adalah masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, dan mereka mampu mandiri karena memiliki kegiatan peribadi, tidak tergantung kepada orang lain," kata psikolog Reza Indragiri Amriel dalam acara Pengkajian Ramadhan Muhammadiyah di Aula RSIJ Cempakaputih, Senin (30/7).

Di dunia kerja, kata Reza, ketika dilakukan penelitian tentang need for achievement, maka orang Protestan memiliki dorongan berprestasi yang lebih tinggi. Saking kuatnya, mereka melakukan apa saja untuk mengejar prestasi itu. "Maka pada aspek ini ummat Islam harus mengakui mereka yang memiliki dorongan untuk berprestasi sangat tingggi,” katanya.

Orang Protestan, menurut Reza, dapat memiliki dorongan untuk berprestasi sangat tinggi karena mereka melakukan adopsi nilai-nilai prestasi versi protestan. Padahal nilai-nilai itu juga ada di Islam. Namun realita yang ada di Islam sangat berbalik dengan apa yang ada dalam ajarannya, seperti pekerja keras, ambisius, mengejar prestasi. Namun hal ini diamalkan oleh orang Protestan, bukan oleh orang Islam.

Pertanyaannya, mengapa hal itu terjadi pada orang Protestan? Sebab ternyata nilai-nilai etis justru didoktrinkan kepada keturunan mereka sejak anak-anak. Sehingga ketika mereka dewasa kemudian memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai kebutuhan untuk berprestasi itu.

Bagi bangsa kita, hasil penelitian, bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dapat uang, bisa hidup cukup, maka selesai masalah. Sedangkan dorongan untuk mencapai prestasi dalam dunia kerja, itu hampir tidak ada. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya