Berita

joko widodo

Jokowi Punya Kelemahan Serius dan Memprihatinkan

SENIN, 30 JULI 2012 | 09:49 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Membicarakan persoalan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pilkada DKI Jakarta yang memasuki putaran kedua memang tidak menarik. Jauh lebih menarik bila kedua kandidat gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 itu didekati dari sudut pandang kompetensi.

Demikian disampaikan pakar ilmu pemerintahan DR. Ryaas Rasyid kepada Rakyat Merdeka Online dalam perbincangan Senin pagi (30/7).

"Membandingkan Fauzi Bowo dan Joko Widodo dalam hal kompetensi sangat tidak adil," kata mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara yang kini menjadi salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Mengapa tidak adil?

"Karena landscape manajemen mereka berbeda, background mereka berbeda dan pengalaman mereka juga berbeda jauh. Dengan kata lain, memang secara objektif tidak sebanding," jawabnya.

Keunggulan Jokowi yang berpasangan dengan Basuki T. Purnama alias Ahok adalah hujan pujian yang mengguyur dirinya. Jokowi dianggap sebagai figur yang berhasil dalam tanda petik membangun Solo, sebuah kota berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa di Provinsi Jawa Tengah.

"Tetapi ini bukan jaminan dia (Jokowi) akan berhasil di tempat lain. Jangankan di Jakarta, pindah ke Semarang saja, dia belum tentu bisa," kata doktor ilmu politik dari University of Hawaii at Manoa (UHM) ini.

Masih menurut Ryaas Rasyid, Jokowi memiliki kelemahan yang sangat serius dan memprihatinkan sebagai seorang pemimpin permerintahan. Kelemahan itu adalah kebiasannya menggampangkan masalah dengan menyatakan bahwa semua hal bisa dengan mudah diselesaikan.

Padahal penyelesaian masalah di ruang lingkup pemerintahan memerlukan pertimbangan yang sangat lengkap dan mendalam. Tidak bisa dengan one man show dan logika sederhana dengan mengatakan, misalnya: kalau saya bisa mengurus Solo, saya bisa mengurus Jakarta.

"Itu oversimplification yang berbahaya dalam konteks manajemen dan itu kelemahan yang serius," demikian Ryaas Rasyid. [guh]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya