Berita

muhammadiyah/ist

Masyarakat Menengah Harus Melakukan Pembaharuan

MINGGU, 29 JULI 2012 | 22:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Masyarakat menengah di Indonesia sebenarnya sangat tinggi jumlahnya. Kelompok ini merupakan potensi luar biasa yang dapat memajukan bangsa Indonesia. Salah satu ciri masyarakat menengah adalah mereka yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, sehingga masyarakat seperti ini akan dapat memberikan kontribusi positif pada bangsa ini.

Hal tersebut disampaikan, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Dr. Zainuddin Maliki dalam acara pengkajian PP Muhammadiyah di Aula RS Islam Jakarta, Ahad (29/7).

Selain itu, menurut Zainudin, masyarakat menengah juga adalah mereka yang memiliki tingkat literasinya tinggi.


“Oleh karena itu apa yang terjadi di masyarakat Muhammadiyah, mereka senantiasa melek media, buku dan kegiatan-kegiatan yang bernuansa keilmuan,” katanya.

Mereka adalah masyarakat yang memiliki kemampuan teknik yang tinggi. Sehingga apa yang terjadi pada masyarakat menengah ini adalah kemudahan dalam bekerja. Maka menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memiliki keahlian teknis, maka tingkat pengangguran semakin rendah.

Namun, menurut Zainuddin, masyarakat menengah Indonesiai akan semakin berdaya jika didorong dengan infrastruktur dan kebijakan yang memadai. “Jika infrastruktur dan kebijakan itu belum memadai maka Indonesia sulit maju,” katanya. Karenanya, menurut Zainuddin, bangsa Indonesia sesungguhnya akan bisa lebih maju dengan Negara-negara tetangga.

Sayangnya, apa yang terjadi di masyarakat menengah bangsa ini ternyata belum dibarengi dengan kesadaran, seperti halnya pada aspek lingkungan, budaya antri, budaya toleransi dan lain sebaginya. “Karenanya sayang sekali jika kondisi masyarakat menengah ini jika belum dibarengi kesadaran tersebut,” jelasnya.

Masyarakat tidak hanya dilihat dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi politik dan budaya. Kita berharap masyarakat menengah itu memiliki semangat kerja yang tinggi, tingkat literasi yang tinggi, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan.

“Mereka dapat melakukan inovasi dan melakukan pembaharuan, seperti yang diajarkan KH Ahmad Dahlan,” jelasnya. Karenanya, modal iman, ilmu dan amal, maka dikembangkan oleh KH Ahmad Dahlan menjadi sebuah gerakan yang sangat dahsyat yaitu Persyarikatan Muhammadiyah. [arp]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya