Berita

ilustrasi

DR. Andang Bachtiar Jawab Soal Tudingan Penelitian Tim Andi Arief hanya Cari Emas

MINGGU, 29 JULI 2012 | 14:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tim Bencana Katastropik Purba bentukan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) yang meneliti situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dicurigai hanya untuk mencari emas.

Benarkah demikian?

"Kalau mencari emas, sebenarnya emas ilmu pengetahuan," jawab peneliti utama Tim Bencana Katastropik Purba DR. Andang Bachtiar di Global TV (Minggu, 29/7).

"Isu tentang tim ini nyari emas dan harta karun sebenarnya, dari dulu orang, kalau di sekitar daerah situs itu mikirnya, pasti nyari seperti itu," sambungnya dalam acara Indonesia Bicara yang dipandu oleh Effendi Ghazali dan Anya Dwinov.

Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memang tak menampik, secara geologi, di daerah itu memang kemungkinan ada emas.

"Jadi kalau di daerah  itu, ya memang jalur emas. Makanya, saya juga berpikir kenapa juga orang pada waktu jaman dulu membangun di daerah itu, mungkin karena faktor resources," jelasnya.

Tapi, jauh lebih penting lagi, dibanding mencurigai mencari emas, baginya adalah mencari tahu kebudayaan dan teknologi tinggi yang pernah dimiliki Indonesia. "Ini saya kaitkan lagi secara geologi, yaitu tsunami, gempa bumi, gunung api, mungkin di Indoenisa yang paling sering (terjadi)," jelasnya.

Dia mengungkapkan, kalau Indonesia kemungkinan punya kebudayaan tinggi pada zaman dahulu. Tapi setiap ada tsunami, gunung api, dan gempa bumi, kebudayaan itu hilang.  "200 ribu orang mati di Aceh (akibat tsunami). Kita berpikir jangan-jangan kita ini banyak terkubur kebudayaan tinggi yang dihancurkan oleh tsunamsi gunung api, dan gempa bumi yang luar biasa. Itu yang kita cari juga," jelasnya.

Itulah kenapa dia bertanya-tanya kenapa sejarah Indonesia dimulai sejak abad keempat. "Sebelum itu, pada waktu Isa lahir, atau sebelumnya pada masa Plato, ada apa di Indonesia. Tidak ada catatan apa pun juga," ungkapnya.

Padahal Indonesia dikenal sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi. "Makanya (lewat penelitian Gunung Padang), kita ingin tahu kebudayaan zaman dulu yang dihancurkan oleh gunung api itu apa saja," tandasnya. [zul]


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya